Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan, rentetan kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar hitungan statistik, melainkan bentuk pelanggaran hak anak yang menjadi tanggung jawab negara.
“Bagi KPAI, pelanggaran hak anak adalah mandat langsung untuk memastikan pemenuhannya. Apalagi kasus-kasus terkait MBG sudah menelan ribuan korban anak,” tegas Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dihubungi, Selasa (30/9).
Ia merinci, sepanjang 2024 KPAI menerima 2.057 laporan kasus pemenuhan dan perlindungan khusus anak. Jika dibandingkan dengan jumlah anak Indonesia yang mencapai 83 juta jiwa, persentasenya memang kecil. “Namun KPAI tetap wajib memastikan sistem perlindungan anak berjalan efektif sesuai amanat Undang-Undang Perlindungan Anak,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyebut kesalahan pelaksanaan program MBG hanya 0,00017 persen.
Namun, hasil pengawasan KPAI justru menemukan dampak serius di lapangan. Di Tasikmalaya, Serang, Bandung Barat, hingga Bantul, wawancara dengan anak-anak korban mengungkapkan munculnya rasa takut dan trauma untuk mengonsumsi MBG.
“Anak-anak mencari informasi lewat platform media, berdiskusi dengan sesama, lalu kecemasan itu makin membesar. Orang tua korban pun ikut resah, bahkan melarang anaknya menerima MBG,” ungkap Jasra.
Lebih jauh, korban di Bandung Barat, Garut, dan Sumedang, berdasarkan laporan kelompok masyarakat sipil, tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap kasus ini. (Z-10)
IDAI menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus keracunan makanan pada anak sekolah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
BGN menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) menjadi prioritas utama MBG selama periode akhir tahun 2025.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah IKN berjalan lancar, memperkuat pemenuhan gizi anak sekolah serta meningkatkan kualitas kesehatan dan SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Pengamat komunikasi Emrus Sihombing menilai Badan Gizi Nasional menunjukkan sikap positif dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.
DI tengah riuh dunia yang bergerak semakin cepat, ketika teknologi mengatur ritme zaman dan modal mengalir melampaui batas-batas negara, Indonesia menenangkan diri sejenak.
Gubernur Kalsel Muhidin mendorong perluasan Program Makan Bergizi Gratis hingga 13 kabupaten/kota dan menekankan penguatan pengawasan keamanan pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved