Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Pangan dan Gizi dari IPB University, Ali Khomsan mengatakan, salah satu program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), memberi ruang partisipasi luas bagi masyarakat sekitar dapur MBG.
Melalui program ini, warga dapat mengisi ompreng (food tray) dengan pangan lokal yang sesuai selera penerima manfaat, serta sesuai dengan konsep Isi Piringku.
"Tentu saja apa yang dilakukan MBG dengan menyediakan makanan yang beragam, yang tersaji di dalam ompreng, ada nasi, sayur, lauk dan buah, dan kadang-kadang susu juga muncul," kata Ali saat dihubungi, pada Kamis (20/11).
Selain itu, Ali menyebut MBG juga mampu menggerakkan ekonomi lokal. Ia menilai, program andalan Presiden Prabowo Subianto ini merupakan bukti kesungguhan pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi yang lebih baik bagi anak-anak demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"MBG sebenarnya sudah memberikan indikasi bahwa pemerintah berniat untuk memberikan konsumsi keberagaman makanan yang baik yang mungkin tidak diperoleh ketika anak-anak itu berada di rumahnya masing-masing," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (Karo Kummas BGN), Khairul Hidayati menyatakan dukungan penuh terhadap pemanfaatan menu lokal dalam penyajian MBG, karena ini bagian strategi agar tidak menyisakan sisa makanan (food waste).
"Memasukkan menu lokal tentunya terobosan yang baik. Menu lokal akan lebih mudah diterima oleh anak-anak karena sesuai dengan cita rasa lidahnya sehingga menekan sampah siswa MBG," kata Hida.
Di sisi lain, Hida berpendapat, jika menu lokal dipakai dalam penyajian MBG, potensi penyerapan bahan baku yang tersedia di daerah akan semakin tinggi.
"Menu lokal biasanya mengutamakan penggunaan bahan baku dari daerah tersebut. Maka, ini juga bisa mendorong terserapnya produk dan sumber daya alam yang tersedia di masing-masing daerah," ucapnya.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lamlagang Banda Raya di Kota Banda Aceh contohnya, selalu menyajikan variasi menu lokal, seperti nasi goreng nektu dan telur darsun.
Ahli Gizi SPPG Lamlagang Banda Raya, Achsanu Nadia mengatakan, penggunaan menu lokal dalam Program MBG merupakan cara meminimalisir sampah sisa makanan serta dapat membantu meningkatkan nafsu makan penerima manfaat.
"Sebab mayoritas anak sudah familiar dengan cita rasa khas daerah, sehingga tidak membutuhkan banyak penyesuaian dalam mengonsumsi menu yang disuguhkan," ujar Achsanu.
Penggunaan bahan khas Aceh turut memperkaya cita rasa nasi goreng nektu yang dibuat dengan beragam rempah, seperti bunga lawang, kapulaga, kayu manis serta bumbu lainnya.
Salah satu lauk pendamping yang turut disajikan adalah telur darsun atau dadar sunti. Olahan ini dibuat dari campuran telur, kelapa, dan sunti, rempah khas Aceh berupa belimbing wuluh yang dikeringkan.
Dari menu ini menghasilkan nutrisi yang tinggi sehingga menghasilkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebesar 562,6 kkal energi, 19,4 gram protein, 21,4 gram lemak, dan 74,1 gram karbohidrat. (H-2)
Koperasi Desa Merah Putih nanti berperan sebagai off taker, supplier, sekaligus pool holding-nya (aset yang dimiliki bersama-sama).
MBG dinilai sebagai intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, MBG diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi.
Tim Pengkaji MBG UNJ menilai keunggulan utama BLU terletak pada kemampuannya mengombinasikan fleksibilitas operasional dengan akuntabilitas yang kuat.
Pemkab memiliki data ketersediaan bahan baku pangan, sehingga menu MBG di Sumedang bisa disesuaikan dengan pasokan lokal yang tersedia.
Sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat, menu MBG yang diproduksi dilakukan pengetesan cepat (rapid test), untuk mengecek tercemar tidaknya menu MBG.
SPPG Purwosari menegaskan wafatnya siswi SMAN 2 Kudus tidak terkait Program Makan Bergizi Gratis dan merupakan informasi hoaks.
IPB University berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
ASOSIASI Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) DKI Jakarta menggelar pelatihan intensif mengenai penanganan binatang pengganggu bagi para tenaga pengendali hama permukiman.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Ancaman serius ini datang dari wereng batang cokelat (WBC) dan penyakit virus kerdil padi. Keduanya merupakan momok bagi petani yang dapat memicu kegagalan panen secara masif.
Masalah kejiwaan di Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh dinamika sosial yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved