Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

SPPB UI Tingkatkan Kesiapsiagaan dengan Pelatihan Deteksi Dini Ancaman Teror

Despian Nurhidayat
20/11/2025 17:54
SPPB UI Tingkatkan Kesiapsiagaan dengan Pelatihan Deteksi Dini Ancaman Teror
Ilustrasi(Antara)

Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia mengadakan pelatihan peningkatan sistem pengamanan antiterorisme bagi petugas keamanan di Gedung IASTH, Salemba Raya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat kapasitas satuan pengamanan sekaligus memperluas pemahaman publik mengenai ancaman teror yang terus berkembang.

Sebanyak 20 peserta dari berbagai institusi mengikuti pelatihan tersebut, mulai dari German School Jakarta, Yayasan Maribass Purwakarta, BUJP PT JISS Indonesia Sejahtera, unsur keamanan UI, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Pada sesi pembuka, dosen SPPB UI Sapto Priyanto memaparkan gambaran terbaru perkembangan kelompok teror di Indonesia setelah pembubaran Jamaah Islamiyah. Ia mengingatkan bahwa ancaman belum sepenuhnya hilang.

“Pengikut dan simpatisan Islamic State masih menunjukkan aktivitas di beberapa daerah,” ujar Sapto dalam penjelasannya, Kamis (20/11).

Materi berikutnya disampaikan praktisi keamanan Nyoman Wijaya, yang menilai bahwa sistem pengamanan di Indonesia perlu diperkuat. Dengan pengalamannya di lapangan, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya petugas keamanan.

“Keamanan selalu berubah. Yang terpenting adalah mampu beradaptasi dengan cepat,” katanya. Ia mengapresiasi SPPB UI karena menyediakan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Dalam sesi gabungan, Sapto dan Nyoman menggambarkan konsep Sistem Pengamanan Anti-Terorisme, termasuk pendekatan Three Layers of Security yang umum diterapkan di negara-negara Barat untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi ancaman. Sapto menegaskan bahwa kemampuan menganalisis ancaman sejak awal merupakan fondasi penting bagi keselamatan publik.

Para peserta memberikan respons positif. Ketua Rayon FKPPI Kota Depok, Rico M Risan, menilai pelatihan ini krusial sebagai bagian dari upaya pencegahan terorisme. Sementara itu, Victor DS Malbanat dari LPM Depok mengatakan memperoleh banyak sudut pandang baru terkait dinamika ancaman teror di Indonesia dan berharap pelatihan serupa dapat menjangkau lebih banyak komunitas.

Praktisi keamanan Ferdinand Wajong juga menilai penguasaan dasar sistem anti-teror sangat penting dimiliki petugas keamanan, meskipun tindakan penegakan tetap berada pada kewenangan TNI dan Polri.

Respons peserta tersebut menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat SPPB UI tidak hanya relevan, tetapi juga memberi manfaat langsung dalam meningkatkan kapasitas keamanan di lapangan. Kegiatan ini menegaskan peran perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem keamanan publik melalui peningkatan literasi dan keterampilan deteksi dini ancaman teror. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya