Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAH baru pembangunan pangan nasional bergerak menuju kemandirian dan kedaulatan pangan yang bertumpu pada kekuatan lokal. Transformasi ini memastikan akses pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) bagi seluruh warga.
“Swasembada harus dimaknai sebagai gerakan masyarakat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonsolidasikan melalui pengembangan Desa B2SA yang memadukan edukasi, pemberdayaan warga, serta pemanfaatan potensi pangan di wilayah masing-masing.” jelas Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, saat berkunjung ke Desa B2SA di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (20/11).
Implementasi Desa B2SA sendiri memanfaatkan Dana Alokasi Khusus guna mendukung tematik Kawasan Produksi Pangan Nasional (KPPN). Sebanyak 809 penerima manfaat dari Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dipilih dalam upaya penguatan pangan lokal.
“Program ini selaras dengan RPJMN 2025–2029 yang menempatkan swasembada dan diversifikasi konsumsi sebagai salah satu prioritas nasional. Perpres 81 Tahun 2024 kemudian mengarahkan percepatan penganekaragaman berbasis sumber daya lokal sebagai instrumen reformasi pangan yang komprehensif.” tegas Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, yang turut hadir.
Rumah Bibit, demplot, serta pertanaman anggota yang dikelola PKK dan KWT menurut Andriko menjadi bukti konkret praktik baik Desa B2SA. Dimana masyarakat membangun ekosistem pangan yang tumbuh dari inisiatif warga dan diperkuat melalui dukungan kebijakan nasional.
Andriko juga berharap Desa B2SA dapat diintegrasikan dengan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ke depannya hasil Rumah Bibit, demplot, serta pertanaman anggota diharapkan dapat memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat dalam pemenuhan menu MBG.
“Budidaya di lapangan memperlihatkan capaian nyata. Seperti KWT Sekartanjung di Desa Tanjungrasa yang berhasil mengembangkan beragam sayuran seperti cabai rawit, kangkung, bayam, kembang kol, seledri, sampai pare. Semua dikelola secara komunal dengan memanfaatkan lahan anggota. Hasilnya dimanfaatkan untuk warga sekitar.” ungkap Andriko.
Ada pula kolam ikan lele dan patin yang dibudidaya KWT Mekar Tani di Desa Rawamekar. Menurut Ketua KWT desa tersebut, Ade Listyowati, warga sekitar telah banyak mendapatkan manfaat dari hasil Desa B2SA.
“Panen lele kita mencapai 1 kuintal 3 kilogram, sebagian dikonsumsi untuk anggota dan sebagian dijual. Pendapatan dari penjualan diputar kembali untuk kami belikan benih patin.” tambahnya.
Pelaksanaan bimbingan teknis pun turut menjadi pengungkit inovasi pangan lokal. 20 sesi bimtek juga digelar untuk memperkuat keterampilan pengolahan, didampingi 3 kali sosialisasi pola konsumsi B2SA. Pendekatan tersebut diyakini membangun fondasi kompetensi yang menopang kemandirian pangan desa.
“Hasil bimteknya juga sudah mulai terlihat, di Balepot Desa Langensari dengan produksi keripik ikan, sedangkan KWT Sedap Malam Desa Ciasem menjadi penghasil selai terong.” lanjut Andriko.
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, Rusdianto, dalam sambutannya mengungkapkan produk-produk tersebut direncanakan akan dipasarkan sebagai hasil komoditas desa. Dua contoh tersebut menunjukkan hadirnya nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru di desa.
Adapun fasilitasi peralatan produksi yang diberikan Bapanas berupa kompor, alat masak, blender, serta mesin penggiling turut memperluas kapasitas pengolahan, sehingga diharapkan desa dapat memperkuat rantai nilai pangan tanpa bergantung pada infrastruktur eksternal.
Seluruh sinergi tersebut sejalan dengan arah kebijakan di sektor pertanian yang mendorong pemanfaatan pekarangan. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kemandirian pangan harus dibangun dari semua aspek, termasuk di tingkat rumah tangga. (Cah/P-3)
Keunggulan utama pangan lokal terletak pada kandungan nutrisi alaminya yang mampu menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa.
Diet Mediterania 2.0 menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan superfood lokal yang mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga terjangkau.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Hilangnya kedekatan masyarakat dengan pangan lokal bukan sekadar masalah perubahan selera.
PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan membuka diri bagi masyarakat apabila menemukan anomali harga pangan pokok di pasaran.
TREN harga dua komoditas pangan strategis, yakni cabai rawit merah dan daging ayam ras, menunjukkan penurunan signifikan secara nasional di awal Maret 2026.
Harga cabai rawit merah mulai melandai di kisaran Rp60.000 per kg seiring membaiknya cuaca dan panen raya di sentra produksi. Cek update harga terbaru di sini.
APCI memprediksi setelah periode Imlek, harga cabai rawit merah akan bergerak turun secara bertahap.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan hasil sidak menunjukkan kondisi harga relatif stabil dan pasokan tersedia.
Tradisi mudik yang memacu mobilitas masyarakat juga perlu disiapkan sejak dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved