Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN harga beras lokal di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, hingga pekan ini masih bertahan tinggi. Penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) pun belum mampu menekan kenaikan harga beras di pasar.
Pantauan Media Indonesia di Pasar Gedhe Klaten, Minggu (16/11), harga beras lokal kualitas medium di pedagang bervariasi Rp14.000-Rp15.000 per kilogram dan beras premium (khusus) harga Rp16.000-Rp16.500 per kilogram.
Sementara, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium zona Jawa Rp13.500 dan premium Rp14.900 per kilogram. Keputusan Bapanas No 299 Tahun 2025 ini berlaku mulai 22 Agustus 2025.
Penetapan HET beras medium dan premium tersebut, tidak serta-merta dipatuhi para pedagang Pasar Gedhe Klaten. Argumentasi mereka kuat, yaitu harga pengambilan beras dari perusahaan penggilingan padi sekarang juga sudah mahal.
Salah satu pedagang beras, Sunarti, saat ditemui mengungkapkan bahwa pedagang beras di pasar tradisional ini sangat tidak mungkin mematuhi keputusan pemerintah tentang HET beras medium Rp13.500 dan premium Rp14.900 per kilogram.
“Kami jual beras kualitas medium IR-64 Rp14.500 per kilogram ini harga pengambilan dari penggilingan padi (rice mill) sudah Rp13.800 per kilogram. Jadi, kami hanya mengambil untuk sedikit, belum termasuk biaya plastik dan angkutan,” katanya.
Sedangkan untuk beras khusus, istilah beras harga mahal Mentik Wangi dan Rojolele di Pasar Gedhe Klaten, Sunarti menjualnya dengan harga Rp16.000-Rp16.500 per kilogram. Tetapi, banyak pelanggannya yang membeli beras asli Klaten ini.
Senada disampaikan oleh Suzana, pedagang sembako di lantai dasar Pasar Gedhe Klaten, seraya menambahkan bahwa pedagang sulit untuk menerapkan HET beras medium dan premium sesuai dengan keputusan pemerintah tersebut.
“Sulit dan berat bagi pedagang pasar untuk menjual beras sesuai HET. Beras medium sesuai HET Rp13.500 per kilogram, padahal pembelian atau pasokan dari penggilingan sudah Rp13.700 per kilogram. Kita bangkrut jika jual beras sesuai HET,” ujarnya.
Berbagai upaya untuk menekan kenaikan harga bahan pangan khususnya beras, pemerintah menyalurkan beras SPHP. Namun, penyaluran beras harga murah itu belum mampu menekan harga beras di pasar yang hingga sekarang masih bertahan tinggi.
Pedagang Pasar Gedhe Klaten membenarkan, bahwa Bulog masih menyalurkan beras SPHP ke pedagang pasar, namun dalam jumlah yang terbatas. Pun, tidak banyak pedagang yang ambil karena harga jual kalah bersaing dengan beras SPHP di luar pasar.
“Sekarang warga mencari beras SPHP di luar pasar, harga lebih murah. Di pasar, SPHP kita jual Rp60.000 per pak 5 kilogram, sedangkan di luar Rp55.000 per pak. Karena, harga kalah bersaing beras SPHP di pasar tidak laku,” kata Sunarti. (H-3)
Seorang penjual beras di Pasar Mambo, Kabupaten Indramayu, Jana, mengungkapkan saat ini harga beras naik tipis, yaitu Rp200 per kilogram.
Pemerintah memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) beras melalui Perum Bulog akan terus digencarkan.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Harga Eceran Tertinggi untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan mengalami kenaikan.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
Penyaluran dilakukan melalui beragam saluran. Di antaranya melalui toko retail, toko-toko beras di pasar, dan Koperasi Desa Merah Putih.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat pengguna layanan menyampaikan usulan, masukan, dan saran kepada penyelenggara pelayanan terkait dengan pelayanan yang diterima.
Ribuan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, perlu ditangani secara sinergi dan kolaborasi gabungan dari berbagai sumber dana .
Kegiatan forum perangkat daerah tersebut, digelar di aula DPUPR Klaten, Senin (23/2), dan dihadiri Komisi III DPRD, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, pers, dan LSM.
Polisi menangani dugaan kekerasan seksual anak oleh ayah di Klaten. Terlapor telah diamankan dan proses hukum serta pendampingan korban tengah berjalan.
Langkah tegas ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat muslim di Klaten selama menjalankan ibadah puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved