Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNA internet di Indonesia berdasarkan data APJII di tahun 2025 mencapai 80,66% atau 229,4 juta jiwa. Lebih dari 140 juta di antaranya merupakan pengguna internet yang aktif berinteraksi di media sosial. Hal ini merupakan potensi sekaligus tantangan dalam meningkatkan literasi penyebaran informasi di ranah digital.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) konsisten menjalankan program literasi digital untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat. Pendekatan program literasi digital saat ini diarahkan untuk membentuk kemampuan praktis dan kemandirian dalam memanfaatkan teknologi.
“Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital, terus menjalankan program literasi digital untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat,” ujar Ketua Tim Pengelolaan Komunikasi Strategis Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Digital, Hastuti Wulannningrum dalam keterangannya, Selasa (18/7).
Dia mengatakan, pihaknya telah melaksanakan Komunitas Informasi Masyarakat Bicara (KIM Talks) dengan tema Dari Kata ke Aksi Nyata sebagai bagian dari rangkaian Festival KIM 2025 yang berlangsung di Lapangan Ahmad Yani Alun-alun Kota Tangerang, Banten (15/11).
KIM merupakan lembaga layanan publik yang dibentuk, dikelola, dan berorientasi pada masyarakat untuk layanan informasi dan pemberdayaan. KIM dibina dan dikembangkan langsung oleh Komdigi sebagai mitra strategis untuk menyebarkan informasi yang akurat termasuk menanggulangi hoaks di masyarakat.
“Peran KIM sangat relevan. KIM bukan hanya menyalurkan informasi, namun KIM adalah laboratorium kecil di tingkat desa/kelurahan tempat masyarakat belajar memilah, berdiskusi, menguji, lalu menerapkan informasi menjadi aksi nyata,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Mugiya Whardani mendukung penuh kegiatan ini sebagai upaya peningkatan literasi di ranah digital terutama di kalangan generasi Z. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyimak materi-materi pemaparan dari para narasumber tentang konten-konten edukasi yang akan memberikan aliran kebaikan.
“Kegiatan hari ini menekankan ajakan kepada generasi Z untuk menjadi pahlawan masa kini dengan menyebarkan konten positif dan bermanfaat,” ujar Mugiya.
Kegiatan KIM Talks menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yaitu Ketua KIM Mojorejo Kota Batu Provinsi Jawa Timur Herwien Sidhartha, Pegiat Literasi Digital Mira Sahid, serta Kreator Konten dan Akademisi Nuris Fattahilah. Ketiganya menyampaikan materi literasi digital guna membangun masyarakat yang lebih cerdas dan mampu menyikapi disinformasi.
“Strategi komunikasi terus diperbarui untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Bahwa saat ini setiap orang memiliki potensi menjadi pembuat konten, jurnalis, atau pewarta. Kondisi tersebut menjadikan komunikasi sebagai aspek penting dalam menyebarluaskan informasi yang akurat kepada publik. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk terus mengembangkan potensi tersebut,” ujar Herwien.
Dalam kesempatan yang sama, Pegiat Literasi Digital Mira Sahid menjelaskan tentang empat pilar terkait literasi digital yang terdiri dari Cakap, Aman, Budaya, dan Etika (CABE). Melalui pendekatan literasi digital dengan pilar CABE, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih jernih dalam memanfaatkan teknologi.
“Media sosial dipandang sebagai jendela kecil yang menampilkan identitas seseorang, sehingga masyarakat diajak untuk bersama-sama merawat ruang digital agar tetap sehat dan bermanfaat,” ungkap Mira.
Mira juga menyoroti terkait tantangan perkembangan literasi digital yang belum tuntas di tengah terpaan teknologi kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) muncul secara masif. Menurutnya teknologi diciptakan bukan untuk merusak, melainkan sebagai alat yang dapat menjadi pendamping dalam aktivitas digital.
Sementara itu, Kreator Konten dan Akademisi Nuris Fattahilah pandangan mengenai pentingnya pendidikan sebagai faktor yang mampu memutus mata rantai kemiskinan. Ia menceritakan latar belakangnya yang berasal dari keluarga yang tidak sempurna serta tekadnya untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi. Dari perjalanan tersebut, Nuris ingin menginspirasi anak muda agar tidak mudah menyerah dengan keadaan.
“Pendidikan dipandang sebagai jalan yang mampu membuka peluang dan mengubah kehidupan. Kemauan yang kuat akan selalu menemukan jalan,” ujarnya. (Cah/P-3)
Media Talk 2026 sangat relevan dengan peran BSKDN sebagai lembaga think tank Kemendagri yang bertugas menyusun dan merumuskan rekomendasi strategi kebijakan
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Sikap aktif Seskab Teddy di media sosial merupakan bentuk strategi komunikasi yang bertujuan melindungi otoritas tertinggi negara.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menggelar edukasi Pemasaran dan Digital Branding bagi UMKM untuk siswa SMA Negeri 1 Jatiluhur.
Penulis KBM App manfaatkan teknologi AI sebagai asisten pribadi di Korea Selatan, mulai dari deteksi kandungan halal hingga terjemahan bahasa Hangeul secara real-time.
LITERASI digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan kecakapan memahami dan mengkritisi narasi yang beredar di ruang digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Rata-rata orang Amerika mengecek HP 140 kali sehari. Pakar kognitif sarankan teknik Deep Reading untuk lawan misinformasi dan stres akibat doomscrolling.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved