Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sentinel-4 Kirim Citra Pertama, Ungkap Kondisi Polusi Udara di Eropa dan Afrika Utara

Thalatie K Yani
12/11/2025 11:15
Sentinel-4 Kirim Citra Pertama, Ungkap Kondisi Polusi Udara di Eropa dan Afrika Utara
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.(ESA)

SATELIT baru milik Badan Antariksa Eropa (ESA), Sentinel-4, telah mengirimkan citra pertamanya yang memperlihatkan kondisi polusi udara di wilayah Eropa dan Afrika Utara. Meski belum sepenuhnya beroperasi, data awal yang dikirimkan sudah memberikan gambaran jelas mengenai udara yang dihirup jutaan orang setiap harinya.

Misi ini merupakan bagian dari upaya besar Eropa untuk memantau kualitas udara secara real-time, berbeda dari metode sebelumnya yang hanya dilakukan sekali sehari. Sentinel-4 dirancang untuk mengirimkan pembaruan setiap jam, sebuah lompatan besar dalam pemantauan atmosfer.

Cara Kerja Sentinel-4

Berbeda dari satelit pada umumnya yang bergerak dari kutub ke kutub, Sentinel-4 berada di orbit geostasioner. Tepatnya sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi, dan terus mengamati wilayah yang sama, Eropa dan Afrika Utara.

Dengan posisi tetap, satelit ini dapat memantau pergerakan polutan seperti nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan ozon secara berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui pantulan cahaya matahari yang dianalisis untuk mendeteksi kandungan gas di atmosfer, termasuk yang tidak dapat dilihat atau tercium manusia.

Hasil Awal yang Menjanjikan

Meski masih dalam tahap uji coba sejak diluncurkan pada Juli 2025, Sentinel-4 menunjukkan performa kuat. Satelit ini terpasang pada Meteosat Third Generation Sounder, sehingga meningkatkan efisiensi misi pemantauan cuaca dan udara secara bersamaan.

“Dengan menangkap perubahan cepat dalam polusi udara, Sentinel-4 menjadi terobosan penting untuk pemantauan dan peramalan kualitas udara di Eropa,” ujar Ben Veihelmann, ilmuwan ESA.

Manajer Proyek Sentinel-4, Didier Martin, menambahkan, “Kami sangat senang melihat hasil awal ini. Data menunjukkan sistem berfungsi dengan baik dan proses kalibrasi berjalan sesuai rencana.”

Citra Awal: Nitrogen Dioksida, Sulfur Dioksida, dan Ozon

Citra pertama yang diambil pada 8 Oktober 2025 menampilkan konsentrasi nitrogen dioksida yang tinggi di kawasan Lembah Po, Italia Utara, dan sepanjang Mediterania. Gas ini umumnya dihasilkan kendaraan bermotor, pembangkit listrik, serta sistem pemanas berbahan bakar fosil.

Satelit juga menangkap plume sulfur dioksida yang berasal dari Gunung Etna di Sisilia. Meskipun letusan tergolong kecil, gas beracun tersebut terlihat menyebar ke arah tenggara melintasi laut.

Selain itu, Sentinel-4 merekam tingkat ozon di berbagai wilayah, dengan konsentrasi tinggi di Balkan dan Yunani, serta lebih rendah di kawasan Baltik. Data ini sesuai dengan hasil dari satelit lain yang memantau atmosfer pada hari yang sama.

Langkah Menuju Operasi Penuh

Dalam waktu dekat, Sentinel-4 akan mulai mengirimkan data rutin setiap jam kepada Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS). CAMS ialah lembaga yang bertugas memantau dan memprediksi polusi udara di Eropa.

“Kami sangat bangga berkontribusi dalam misi penting ini bersama Komisi Eropa dan Eumetsat,” kata Simonetta Cheli, Direktur Program Pengamatan Bumi ESA. “Hasil awal yang kami terima sangat menjanjikan dan membuktikan bahwa semua sistem bekerja dengan baik.”

Dengan beroperasinya Sentinel-4, Eropa kini memiliki alat pemantau udara canggih yang diharapkan dapat meningkatkan akurasi peringatan polusi dan melindungi kesehatan masyarakat di seluruh benua. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik