Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak dari Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Rizky Adriansyah, menyampaikan bahwa radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus Grup A bisa memicu masalah jantung yang disebut penyakit jantung rematik.
Dalam acara diskusi yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dikutip Rabu (12/11), ia menjelaskan bahwa demam rematik berulang atau berat yang terjadi satu sampai lima minggu setelah radang tenggorokan akibat infeksi Streptococcus Grup A dapat menyebabkan penyakit jantung rematik.
"Demam rematik dan penyakit jantung rematik ini sebenarnya dua penyakit yang sangat berkaitan satu sama lain, tapi berbeda. Ini hubungan sebab-akibatnya jelas," kata Rizky.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI itu mengatakan penyakit jantung rematik dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada katup jantung, yang berpeluang menyebabkan gagal jantung dan stroke.
"Kalau kasus kerusakan katup jantungnya ini awalnya ringan lama-lama jadi berat atau dari awal dia sudah berat, akhirnya itu perlu operasi katup jantung," katanya.
Rizky mengatakan, anak-anak berusia 5-15 tahun berisiko tinggi mengalami demam rematik karena radang tenggorokan akibat infeksi
Streptococcus Grup A serta penyakit jantung rematik.
Radang tenggorokan akibat infeksi Streptococcus Grup A gejalanya meliputi demam tinggi yang tidak kunjung sembuh setelah lebih
dari 48 jam, nyeri saat menelan yang disertai batuk berat, nyeri di daerah kelenjar leher, amandel merah bengkak, dan ruam kemerahan.
Demam rematik, yang muncul satu sampai lima minggu setelah radang tenggorokan, dapat disertai bengkak sendi, ruam merah melingkar, rasa gelisah seperti menari, serta keluhan jantung seperti sesak nafas, jantung berdebar, dan mudah lelah.
"Kalau ada anak mengalami infeksi tenggorok itu harus segera diobati, jangan dibiarkan. Kemudian jaga kebersihan alat makan dan sanitasi," kata Rizky.
Apabila anak mengalami demam yang tidak kunjung sembuh setelah 48 jam, ia menyarankan orangtua segera membawa anak ke dokter.
"Kalau dia sudah jatuh ke demam rematik, dokter akan melakukan pemeriksaan yang lain seperti jantung dan darah," katanya.
"Kalau sudah penyakit jantung rematik, biasanya dokter akan periksa jantungnya lebih detail lagi. Ada suara jantung yang tidak normal seperti bocor, artinya ada kebocoran di jantung," tambahnya.
Menurut dia, kemunculan masalah kesehatan ini berkaitan dengan kondisi lingkungan yang padat, ventilasi dan sanitasi buruk, serta akses layanan kesehatan yang terbatas.
Ia menekankan pentingnya penerapan gaya hidup yang higienis dalam upaya untuk mencegah infeksi Streptococcus Grup A.
Gaya hidup higienis yang dimaksud mencakup tidak berbagi alat makan dengan orang lain, rutin sikat gigi, menutup mulut saat bersin, membiasakan cuci tangan sebelum makan dan seusai aktivitas, serta mengurangi kepadatan kamar tidur, serta memperbaiki ventilasi di rumah atau sekolah. (Ant/Z-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved