Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN penyakit jantung sering dianggap sebagai kondisi yang tiba-tiba atau hanya menyerang lansia, jantung sebenarnya sering kali memberikan sinyal peringatan dini.
Namun, dalam kesibukan sehari-hari, kita cenderung mengabaikan kelelahan atau ketidaknyamanan kecil yang bisa menjadi petunjuk penting bahwa jantung kita butuh perhatian.
Menjelang Hari Jantung Sedunia pada 29 September, Oliver Guttmann, seorang konsultan kardiolog di HCA Healthcare UK, memaparkan empat tanda tersembunyi yang mungkin mengindikasikan masalah jantung.
Nyeri dada adalah gejala paling umum, tetapi sering kali tidak terasa seperti rasa sakit "menusuk" dramatis yang biasa digambarkan dalam film.
Menurut Guttmann, nyeri dada bisa terasa samar, membingungkan, atau datang sesekali.
Rasa sakit ini biasanya digambarkan sebagai tekanan, rasa berat, atau sesak di dada, seperti ada "pita yang meremas dada." Terkadang, bisa juga terasa seperti sensasi terbakar yang mirip mulas atau gangguan pencernaan. Rasa sakit ini bisa menjalar ke lengan (terutama kiri), bahu, leher, rahang, atau punggung.
Contohnya, Anda mungkin merasakan sensasi terjepit saat terburu-buru mengejar kereta, yang kemudian mereda setelah Anda duduk, atau nyeri tumpul saat menaiki tangga di kantor.
Gejala ini bisa mengindikasikan angina, yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke jantung. Angina adalah tanda penyakit arteri koroner yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung jika tidak ditangani.
Sedikit sesak napas setelah olahraga berat adalah hal normal. Namun, jika Anda merasa sesak saat melakukan aktivitas rutin, ini bisa menjadi tanda bahwa jantung Anda kesulitan memompa darah secara efisien.
Waspadai tanda-tanda berikut:
Guttmann juga menyarankan untuk memperhatikan sesak napas yang memburuk dari hari ke hari atau membatasi aktivitas sederhana, seperti:
Kondisi ini dapat terjadi ketika cairan kembali ke paru-paru, yang sering dikaitkan dengan gagal jantung. Deteksi dini gejala, bahkan yang ringan, sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Setiap orang pasti pernah merasa lelah, tetapi kelelahan yang berhubungan dengan jantung bersifat terus-menerus, ekstrem, dan tidak hilang dengan istirahat.
Perhatikan jika Anda:
Dalam kehidupan sehari-hari, ini bisa berarti Anda merasa sangat terkuras setelah berjalan dari mobil ke toko, atau tidak bisa menyelesaikan rutinitas olahraga normal tanpa kelelahan ekstrem.
Kondisi ini bisa terjadi karena jantung tidak memompa cukup darah kaya oksigen ke otot dan organ. Khususnya pada wanita, kelelahan yang tidak biasa sering menjadi salah satu tanda awal penyakit jantung, bahkan tanpa gejala nyeri dada klasik.
Detak jantung tidak selalu harus teratur, tetapi palpitasi atau ketidakaturan yang sering terjadi tidak boleh diabaikan. Waspadai sensasi "berdebar" atau "meloncat" di dada, serta detak jantung yang tiba-tiba berpacu bahkan saat istirahat.
Perhatikan juga episode detak jantung yang tiba-tiba "berdegup" atau "berdebar" yang berlangsung beberapa detik hingga menit, dan bisa terjadi beberapa kali sehari.
Contohnya, Anda mungkin merasakan sensasi berdebar saat sedang membaca atau duduk tenang, atau detak jantung yang terlewat yang menyebabkan pusing sesaat.
Gejala-gejala ini bisa mengindikasikan aritmia, seperti fibrilasi atrium, yang dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. Meskipun beberapa kelainan tidak berbahaya, episode yang persisten atau parah harus dievaluasi dengan EKG atau tes pemantauan jantung lainnya.
Pemeriksaan rutin, pengaturan gaya hidup, dan kewaspadaan terhadap gejala-gejala ringan adalah kunci untuk menjaga kesehatan jantung. Mendeteksi dan menangani masalah jantung sejak dini dapat menyelamatkan nyawa. (The Independent/Z-1)
Anak-anak berusia 5-15 tahun berisiko tinggi mengalami demam rematik karena radang tenggorokan akibat infeksi Streptococcus Grup A serta penyakit jantung rematik.
Kenali tanda masalah jantung sejak dini: nyeri dada, sesak napas, cepat lelah, hingga palpitasi. Waspadai gejala awal demi cegah risiko penyakit jantung.
Sebuah studi dari Universitas Arizona menemukan hampir 200 ribu kematian di AS akibat Takotsubo Cardiomyopathy (TC), sindrom jantung akibat tekanan emosional.
Minuman energi jadi andalan gamer saat push rank, tapi konsumsi berlebihan berisiko gangguan jantung, stroke, hingga kematian. Waspadai efek kafein dan gula berlebih!
Pernahkah Anda merasa sering terkejut, bahkan oleh hal-hal kecil seperti suara tiba-tiba atau situasi yang tak terduga?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved