Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pernahkah Anda merasa sering terkejut, bahkan oleh hal-hal kecil seperti suara tiba-tiba atau situasi yang tak terduga?
Jika ya, mungkin muncul kekhawatiran apakah hal ini berkaitan dengan masalah jantung.
Namun, benarkah sering kaget adalah tanda dari penyakit jantung? Mari kita telaah lebih dalam.
Baca juga : Olahraga Santai untuk Penderita Jantung, Cara Cerdas Mengatur Energi
Penyakit jantung sendiri ada banyak jenisnya, dan masing-masing memiliki gejala yang berbeda-beda.
Mulai dari penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, kardiomiopati (lemah jantung), aritmia (gangguan irama jantung), hingga kelainan katup jantung dan gagal jantung.
Gejala umum yang sering diasosiasikan dengan penyakit jantung biasanya melibatkan sensasi tidak nyaman di bagian dada, terutama di sebelah kiri.
Baca juga : Ini Penyebab Masalah Jantung yang Dialami Orang Muda
• Dada terasa tertekan atau berat,
• Sensasi panas,
• Nyeri tajam,
• Sesak napas,
• Dada terasa seperti mengganjal.
Selain itu, gejala lainnya yang sering ditemui adalah mudah lelah, munculnya keringat dingin, pembengkakan tubuh, hingga jantung berdebar-debar.
Mudah kaget sebenarnya bukanlah tanda spesifik dari penyakit jantung.
Baca juga : Ciri-Ciri Henti Jantung Mendadak dan Penanganannya
Ini lebih merupakan reaksi tubuh terhadap rangsangan dari luar yang mungkin mengejutkan, dan sering kali tidak terkait langsung dengan kesehatan jantung.
Pada situasi tertentu, terutama ketika kita sedang tidak fokus atau tegang, rasa kaget bisa muncul dengan lebih mudah.
Reaksi ini melibatkan sistem saraf simpatis, yang bertanggung jawab atas respons fight or flight (melawan atau melarikan diri). Ketika sistem saraf ini teraktivasi karena kita terkejut, detak jantung bisa meningkat, dan dada mungkin terasa tidak nyaman.
Baca juga : Sillent Kiler, Ini Alasan Mengapa Harus Lakukan Pemeriksaan Jantung Sedini Mungkin
Inilah yang terkadang membuat seseorang keliru mengira bahwa sering kaget adalah gejala dari penyakit jantung.
Namun, jika kaget hanya terjadi sesekali dan tidak disertai gejala-gejala jantung lainnya, kemungkinan besar itu adalah respons tubuh yang wajar dan tidak memerlukan perhatian medis khusus.
Meskipun sering kaget umumnya tidak berbahaya, tetap ada cara untuk mengurangi frekuensinya, terutama jika hal ini sering terjadi dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda lebih rileks dan fokus:
Cobalah latihan pernapasan atau meditasi untuk menenangkan pikiran.
Nikotin dalam rokok dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan respons tubuh terhadap stres.
Aktivitas fisik rutin dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan dan meningkatkan kebugaran jantung.
Kurang tidur dapat membuat Anda lebih mudah terkejut karena tubuh tidak dalam kondisi optimal.
Dengan lebih fokus, Anda bisa mengurangi gangguan dari hal-hal kecil yang mungkin membuat Anda kaget.
Jika Anda merasa sering kaget disertai dengan gejala-gejala yang mencurigakan seperti nyeri dada, sesak napas, atau jantung berdebar, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Hal ini penting untuk menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan jantung atau masalah kesehatan lainnya.
Mudah kaget tidak selalu menandakan penyakit jantung.
Namun, jika sering terjadi dan menimbulkan ketidaknyamanan yang berlebihan, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda.
Menjaga gaya hidup sehat, seperti mengelola stres, berhenti merokok, dan rutin berolahraga, adalah langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai masalah di kemudian hari.(Z-10)
Sumber:
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved