Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA memang menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi jantung. Namun, tidak semua jenis olahraga cocok bagi penderita penyakit jantung.
Sebagian besar olahraga intensitas tinggi, seperti HIIT (high intensity interval training), bisa membahayakan.
Maka dari itu, bagi penderita jantung, memilih olahraga santai yang tepat bukan hanya soal kebugaran, melainkan juga strategi cerdas dalam mengelola energi dan kesehatan jantung.
Baca juga : Penderita Penyakit Jantung Juga Butuh Olahraga
Untuk Anda yang menderita penyakit jantung, jangan khawatir, ada banyak pilihan olahraga aman yang tetap bermanfaat.
Beberapa rekomendasi termasuk berenang, bersepeda, jalan cepat, hingga jalan santai. Aktivitas ini tidak hanya ringan, tetapi juga memberikan dampak positif untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kestabilan denyut jantung.
Menghindari olahraga dengan intensitas gerakan tinggi adalah langkah bijak.
Baca juga : 7 Tips Berolahraga Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung
Anda tak perlu memaksakan diri mengikuti tren olahraga yang terlalu ekstrem, karena kesehatan jantung adalah prioritas utama.
Olahraga rutin penting untuk mengurangi risiko serangan jantung. Dengan olahraga yang tepat, Anda bisa meningkatkan fungsi jantung tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Tentunya, setiap rencana olahraga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung yang menangani Anda.
Baca juga : Ini Rekomendasi Olahraga untuk Penderita Sakit Jantung
Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, jadi menjaga kesehatannya menjadi sangat penting.
Kombinasi dari istirahat yang cukup, pola makan sehat, dan olahraga teratur akan membantu jantung bekerja dengan lebih baik.
Olahraga seperti HIIT yang sedang populer mungkin terlihat menggiurkan karena klaim penurunan berat badan yang cepat. Namun, jenis olahraga dengan intensitas gerakan yang tinggi bisa memicu masalah serius bagi penderita jantung.
Baca juga : Coba Empat Olahraga Ini Untuk Kesehatan Jantung
HIIT meningkatkan kebutuhan oksigen yang drastis, dan bagi yang sudah memiliki penyempitan pembuluh darah, hal ini bisa memicu serangan jantung.
Lebih baik fokus pada aktivitas yang lebih santai dan berkelanjutan.
Jangan sampai karena ingin mengikuti tren atau teman, Anda memaksakan diri melakukan olahraga yang justru bisa membahayakan kesehatan.
Olahraga ringan seperti berenang dan jalan santai memberikan dampak positif tanpa harus memaksa jantung bekerja terlalu keras.
Selain itu, senam seperti Taichi juga bisa menjadi pilihan yang baik.
Taichi adalah olahraga dengan dampak rendah (low impact) yang membantu melatih pernapasan dan menenangkan pikiran, sangat ideal untuk mengurangi stres dan menjaga irama tubuh tetap stabil.
Bagi penderita jantung, penting untuk menjaga tubuh tetap aktif namun tanpa menguras energi terlalu banyak.
Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari, dan jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga baru.
Penderita jantung harus cermat dalam memilih olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisiknya.
Aktivitas seperti jalan santai, berenang, dan Taichi bisa menjadi pilihan yang tepat. Ingat, tujuan olahraga adalah untuk menjaga kesehatan, bukan untuk berkompetisi dengan orang lain.
Jangan memaksakan diri, dan selalu dengarkan sinyal tubuh Anda.
Jantung yang sehat adalah modal utama untuk hidup yang lebih baik. Jadi, mulailah berolahraga dengan bijak, tanpa harus mengorbankan kesehatan Anda.(Z-10)
Sumber
Orang dengan penyakit tertentu, misalnya kondisi jantung, harus memilah-milah makanan.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved