Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, Teuku Istia Muda Perdana, menyoroti pentingnya olahraga bagi penderita sakit jantung. Menurutnya, olahraga yang tepat, seperti aerobik, dapat membantu menjaga kesehatan jantung serta meningkatkan sirkulasi darah dan keseimbangan hormon dalam tubuh.
"Dengan rutin berolahraga, seseorang dapat memperbaiki kinerja jantungnya. Olahraga aerobik secara konsisten dapat meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki keseimbangan hormon, dan mengurangi tingkat stres, semuanya saling terkait dan berdampak positif bagi kesehatan," jelasnya.
Nah, di artikel ini, kita akan membahas tentang rekomendasi olahraga yang untuk penderita jantung. Namun, sebelum mengetahuinya, yuk ketahui dulu beberapa hal sebelum dan setelah berolahraga untuk memastikan keselamatan dan kesehatan mereka.
Baca juga : Coba Empat Olahraga Ini Untuk Kesehatan Jantung
1. Konsultasi dengan dokter
Sebelum memulai program olahraga baru, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan, terutama bagi penderita penyakit jantung.
Dokter akan memberikan penilaian menyeluruh tentang kondisi kesehatan dan memberikan saran mengenai jenis olahraga yang aman dan sesuai.
Baca juga : Terapkan Gaya Hidup Sehat, Cara Utama Cegah Penyakit Jantung
2. Pemanasan
Sebelum memulai aktivitas fisik yang intens, penting untuk melakukan pemanasan ringan. Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke otot-otot, memperbaiki fleksibilitas, dan mempersiapkan tubuh untuk aktivitas yang akan dilakukan.
3. Pemantauan intensitas
Baca juga : Kamu Merasa Sedang Depresi? Coba deh Lakukan Hal Ini
Penderita penyakit jantung perlu memantau intensitas olahraga mereka. Berdasarkan rekomendasi dari dokter atau ahli kesehatan, pastikan untuk tidak memaksakan diri dan mengikuti tingkat intensitas yang sesuai dengan kemampuan fisik.
4. Pakaian yang nyaman
Kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai untuk aktivitas fisik yang akan dilakukan. Pakaian yang longgar dan berbahan bernapas dapat membantu menjaga suhu tubuh stabil dan mengurangi risiko overheating.
Baca juga : Manfaat Berlari Ternyata tidak hanya Sekadar untuk Kardio
1. Pendinginan ringan
Setelah berolahraga, penting untuk melakukan pendinginan ringan. Hal ini melibatkan aktivitas fisik ringan yang membantu menurunkan suhu tubuh secara bertahap dan mengembalikan detak jantung dan pernapasan ke tingkat normal.
2. Pemantauan gejala
Setelah berolahraga, penting untuk memantau gejala-gejala yang mungkin muncul, seperti nyeri dada, sesak napas yang tidak normal, atau detak jantung yang tidak teratur.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera berhenti berolahraga dan berkonsultasi dengan dokter.
3. Rehidrasi
Pastikan untuk mengganti cairan yang hilang selama berolahraga dengan minum air secara cukup. Dehidrasi dapat meningkatkan beban kerja jantung, sehingga penting untuk tetap terhidrasi dengan baik.
4. Evaluasi dan penyesuaian
Secara teratur evaluasi dan diskusikan dengan dokter atau ahli kesehatan tentang program olahraga Anda. Terkadang, perubahan dalam kondisi kesehatan atau respons tubuh terhadap aktivitas fisik dapat memerlukan penyesuaian pada program olahraga.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, penderita penyakit jantung dapat memastikan bahwa mereka melakukan olahraga secara aman dan efektif untuk kesehatan jantung mereka.
Selanjutnya berikut ini beberapa rekomendasi olahraga yang dapat diikuti oleh penderita sakit jantung menurut Teuku Istia Muda Perdana.
Bersepeda santai adalah aktivitas yang disarankan, karena dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang membantu meningkatkan mood.
Disarankan untuk melakukan bersepeda selama 20-30 menit setiap sesi, dengan memperhatikan tingkat intensitas yang sesuai dengan kondisi fisik masing-masing.
Sebelum bersepeda, penderita jantung disarankan untuk melakukan pemanasan ringan dan memastikan kondisi sepeda serta lingkungan sekitar dalam keadaan aman.
Jalan kaki secara teratur juga sangat dianjurkan. Disarankan untuk berjalan selama 30-45 menit setiap sesi, dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan fisik.
Setelah berjalan, penderita jantung disarankan untuk menghindari aktivitas yang terlalu berat dan memastikan untuk minum air yang cukup guna menghindari dehidrasi.
Yoga adalah alternatif olahraga yang sangat baik bagi penderita sakit jantung. Latihan yoga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, mengurangi tingkat stres, dan memperkuat otot-otot tubuh.
Disarankan untuk mengikuti kelas yoga yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan, dan memperhatikan instruksi dari instruktur yang berpengalaman.
Renang adalah olahraga yang rendah dampak dan sangat baik untuk jantung. Berenang dapat membantu meningkatkan kekuatan otot jantung dan paru-paru, serta meningkatkan sirkulasi darah.
Disarankan untuk berenang selama 20-30 menit setiap sesi, dengan memilih gaya renang yang nyaman dan memperhatikan keamanan di sekitar kolam renang.
Teuku Istia Muda Perdana juga menekankan pentingnya waktu untuk istirahat.
"Penderita sakit jantung sebaiknya menghindari olahraga di malam hari, karena hal ini dapat meningkatkan beban kerja jantung saat tubuh sedang beristirahat," tambahnya.
Dengan mengikuti rekomendasi olahraga yang tepat dan memperhatikan kondisi fisik serta anjuran dari dokter, penderita sakit jantung dapat meningkatkan kesehatan jantung mereka dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (Z-1)
Peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk jantung.
Studi terbaru mengungkap hubungan mengejutkan antara karies gigi pada anak dengan risiko penyakit jantung dan diabetes saat dewasa.
Studi terbaru Yale School of Medicine mengungkap bahaya tersembunyi COMISA. Kombinasi sulit tidur dan henti napas saat tidur memicu kerusakan jantung permanen.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Teknologi AI di 2026 mampu memprediksi risiko serangan jantung bertahun-tahun lebih awal melalui analisis EKG dan CT Scan. Simak ulasan lengkapnya.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved