Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KERAP kita temui, orang yang tiba-tiba meninggal padahal mulanya terlihat sehat. Banyak di antaranya terkena serangan jantung.
Orang dengan penyakit jantung memiliki sensitivitas yang lebih bila melakukan aktivitas, terutama yang membutuhkan tenaga ekstra. Namun, penderita jantung juga bisa melakukan aktivitas olahraga bila dilakukan secara teratur dan bisa bermanfaat bagi tubuh.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Bayushi Eka Putra menjelaskan manfaat olahraga bagi penderita jantung bisa membuat jantung lebih kuat dan kerjanya lebih efisien atau melatih jantung untuk memompa darah.
"Jantung akan bekerja lebih efisien, seperti mesin mobil yang dirawat dengan baik. Jadi, jantung tidak perlu bekerja keras untuk memompa darah. Istilahnya sudah terbiasa diberikan beban lewat olahraga sehingga aktivitas biasa terasa lebih ringan," kata dr Bayu saat dihubungi, Senin (2/10).
Baca juga : 7 Tips Berolahraga Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung
Ia menyarankan olahraga yang tepat seperti berjalan kaki karena itu ialah olahraga aerobik yang baik dengan risiko rendah. Kemudian renang yang memberikan latihan kardiovaskular tanpa memberi tekanan pada sendi.
"Renang cocok terutama untuk pasien-pasien yang sudah berusia lanjut dan sudah mengalami gangguan gerak. Ada juga bersepeda di alam terbuka bisa menjadi pilihan yang baik dan terakhir, yakni latihan beban ringan dapat dilakukan, tetapi dengan beban ringan sekitar 0,5-2 kg saja dan repetisi yang lebih banyak," ujar dia.
Sementara itu, olahraga yang harus dihindari ialah angkat berat maksimal atau mengangkat beban yang sangat berat bisa meningkatkan tekanan darah secara mendadak contoh bench press berisiko mengakibatkan gagal jantung mendadak.
Baca juga : Ini Rekomendasi Olahraga untuk Penderita Sakit Jantung
Olahraga kontak berat seperti olahraga seperti tinju atau sepak bola yang berisiko cedera juga harus dihindari. Kemudian olahraga ekstrem, seperti paralayang, menyelam, atau olahraga yang membutuhkan tekanan fisik atau psikologis ekstrem.
Selanjutnya olahraga yang harus dihindari penderita jantung, yakni high-intensity interval training (HIIT) meskipun efektif, bisa jadi terlalu membebani jantung pada pasien dengan kondisi tertentu, contohnya pada pasien dengan gagal jantung atau pasien dengan sumbatan pembuluh darah koroner.
Bayu mengimbau kepada masyarakat dengan penyakit jantung yang ingin berolahraga agar konsultasi dengan dokter atau spesialis jantung sebelum memulai atau mengubah rutinitas olahraga.
Baca juga : Coba Empat Olahraga Ini Untuk Kesehatan Jantung
Ketika berolahraga, jangan memaksakan, bila ada gejala sebaiknya dihentikan dan konsultasi ke dokter secepatnya.
Kemudian pasien jantung juga perlu mengenali batas tubuh, jangan mengabaikan tanda-tanda seperti kelelahan, nyeri dada, atau sesak napas. Itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh perlu beristirahat atau menyesuaikan rutinitas olahraga.
Pemantauan bisa menggunakan alat pemantauan kesehatan jika perlu, seperti monitor detak jantung, untuk membantu mengetahui kapan harus berhenti atau melanjutkan olahraga.
Olahraga tersebut juga perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup. Selalu luangkan waktu untuk pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya. Pemanasan dan pendinginan terutama bermanfaat untuk mengurangi beban pada jantung pada saat berolahraga, bermakna untuk mengurangi risiko gangguan irama jantung dan mempersiapkan serta merilekskan kerja otot jantung setelah berolahraga.
"Hidrasi yang baik, minum air yang cukup sebelum, selama, dan setelah olahraga untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh," pungkasnya. (H-2)
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Pedoman diet terbaru AS memicu perdebatan sengit. Ahli kardiologi peringatkan risiko lemak jenuh dan daging merah dalam piramida makanan "terbalik" Trump.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved