Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Apa Pengaruh Topan Fung-Wong dengan Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia?

Media Indonesia
11/11/2025 12:08
Apa Pengaruh Topan Fung-Wong dengan Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia?
Sejumlah nelayan memperbaiki jaring penangkap ikan yang rusak di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/9/2025(ANTARA FOTO/Andri Saputra/foc.)

TOPAN Fung-Wong baru saja melanda Filipina. Apa pengaruh topan Fung-Wong terhadap cuaca ekstrem di Indonesia? Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Guswanto menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan dipicu oleh aktifnya berbagai faktor dinamika atmosfer di global, regional, hingga lokal. Hal diprediksi meningkatkan potensi cuaca ekstrem dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

“Beberapa faktor utama yang berperan pada dinamika cuaca periode ini antara lain Siklon Tropis Fung-Wong, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator yang diprediksi masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025,” ujar Guswanto di Jakarta, Senin (10/11).

Topan Fung-Wong, ujar dia,  berada di Laut Filipina timur dan bergerak ke arah barat laut menuju Luzon. Topan ini berdampak tak langsung pada pertumbuhan awan hujan yang meningkat serta kecepatan angin (>25 knot) di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian utara.

Selain itu, Guswanto menngatakan aktivitas MJO fase 5 (Maritime Continent) dengan gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin juga meningkatkan pembentukan awan di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur selama sepekan ke depan. 

Berdasarkan analisis ini, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mewaspadai perubahan cuaca mendadak seperti hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang; menghindari beraktivitas di ruang terbuka saat hujan petir; serta menjauhi pohon besar dan bangunan rapuh.

Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase berfungsi baik untuk mengurangi risiko genangan dan banjir. Peningkatan curah hujan diprakirakan berdampak bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, sehingga diperlukan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di Samudra Hindia barat Sumatra–selatan Jawa, Laut Banda, Laut Flores, dan Laut Arafura.

BMKG mengingatkan bahwa informasi ini bersifat umum dan bertujuan memberikan panduan kewaspadaan. Untuk mengetahui detail prakiraan cuaca harian, peringatan dini, dan pembaruan terkini, masyarakat diimbau memantau secara berkala kanal resmi BMKG: situs http://www.bmkg.go.id, akun media sosial @infoBMKG, dan aplikasi InfoBMKG. Tetap waspada, siaga, dan pahami langkah keselamatan jika cuaca ekstrem terjadi di wilayah Anda.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi dengan adanya peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia. Ada sejumlah daerah yang diprakirakan mengalami cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya