Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Selat Hormuz Dibuka Terbatas, Indef Dorong Indonesia Negosiasi dengan Iran

Khoerun Nadif Rahmat
24/3/2026 20:06
Selat Hormuz Dibuka Terbatas, Indef Dorong Indonesia Negosiasi dengan Iran
Ilustrasi.(AFP)

IRAN membolehkan kapal transit yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) atau Israel melintasi Selat Hormuz dinilai menjadi peluang bagi Indonesia. Rencana Selat Hormuz dibuka terbatas antara lain disampaikan Kepala Centre of Food, Energy and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov.

“Kalau Indonesia mampu melakukan negosiasi langsung dengan Iran untuk memastikan kapal kita bisa melintasi Selat Hormuz, menurut saya ini bisa menjadi game changer bagi ketahanan energi nasional," kata Abra kepada Media Indonesia, Selasa (24/3).

"Kita bicara jalur yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga ketika banyak negara mengalami hambatan, Indonesia justru bisa memiliki akses yang lebih terjamin terhadap suplai energi global," jelasnya.

Menurutnya, hal itu akan berdampak langsung pada stabilitas harga BBM di dalam negeri, menjaga inflasi tetap terkendali, dan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam mendapatkan harga minyak yang lebih kompetitif.” 

Lebih jauh, Abra melihat ini bukan hanya soal energi, tapi juga peluang geopolitik dan ekonomi. Jika mampu menjaga posisi netral dan dipercaya oleh Iran, maka Indonesia bisa masuk dalam jalur distribusi energi alternatif di kawasan, bahkan berpotensi menjadi hub logistik regional ketika banyak negara kesulitan akses.

"Ini akan memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka peluang efisiensi fiskal karena biaya impor energi bisa ditekan," tegasnya.

Bahkan, katanya, kalau negosiasi ini benar-benar berhasil dan Indonesia berani mengambil posisi strategis, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap APBN. Risiko pelebaran defisit fiskal akibat lonjakan subsidi energi bisa ditekan, bahkan dieliminir.

"Karena selama ini tekanan terbesar APBN datang dari kenaikan harga minyak global—yang langsung mendorong beban subsidi BBM dan LPG. Dengan akses pasokan yang lebih stabil dan harga yang lebih terkendali, maka kebutuhan untuk menaikkan harga BBM dan LPG subsidi juga bisa dihindari, sehingga stabilitas fiskal dan daya beli masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.

Sebelumnya, Iran telah mengambil langkah untuk memastikan kapal transit yang tidak berafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) atau Israel dapat melintasi Selat Hormuz, kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Senin (23/3), seperti dilansir dari Antara.

"Iran telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran lewat jalur air ini dan akan melakukan koordinasi yang diperlukan bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak agresor," kata Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, seperti dikutip kantornya.

Blokade Selat Hormuz dipicu oleh operasi AS dan Israel terhadap Iran, kata Presiden Iran.

Pada Minggu, perwakilan tetap Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO) Ali Mousavi mengatakan semua kapal, kecuali kapal "musuh", bisa melintasi Selat Hormuz asalkan berkoordinasi dengan Iran. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya