Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah mitigasi terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang saat ini tengah melanda Indonesia.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan pencegahan bencana secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut mencakup operasi teknologi modifikasi cuaca, penguatan infrastruktur dan koordinasi daerah, hingga restorasi lingkungan jangka panjang.
"Kita tidak bisa menghindari hujan, tetapi kita bisa mengelola dampaknya. Karena itu BNPB bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan, baik di tingkat pusat, daerah, maupun komunitas," kata Suharyanto saat dihubungi, Senin (10/11).
BNPB, kata Suharyanto, telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah sejak 23 Oktober 2025. Operasi ini bertujuan mengurangi penumpukan awan-awan cumulonimbus yang dapat meningkatkan intensitas curah hujan di suatu kawasan.
"Upaya ini dilakukan agar curah hujan dapat terdistribrusi dengan lebih merata, sehingga tidak menumpuk di satu wilayah dan menimbulkan banjir," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah memperkuat operasional pompa dan sistem drainase di wilayah-wilayah rawan banjir dengan membentuk satuan tugas (satgas) 24 jam. Tim ini bertugas memastikan pompa dapat beroperasi penuh sepanjang waktu, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan air.
"Begitu ada genangan, pompa harus segera berfungsi untuk mengalirkan air ke laut. Kecepatan respons menjadi kunci," tambahnya.
Selain memperkuat infrastruktur, BNPB juga menggandeng jaringan relawan dan komunitas lokal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), khususnya di Jawa Barat, untuk memperkuat sistem komunikasi peringatan dini. Dengan sistem ini, masyarakat dapat segera melakukan langkah evakuasi atau pengamanan saat debit air meningkat.
"Mitigasi yang efektif harus melibatkan masyarakat sebagai aktor utama di lapangan," tegasnya.
Lebih lanjut, untuk mencegah bencana hidrometeorologi di masa depan, BNPB bersama kementerian/lembaga terkait juga akan melakukan penanaman vegetasi dan restorasi ekosistem di daerah aliran sungai (DAS) kritis di empat provinsi: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, mulai minggu kedua November 2025.
Suharyanto menegaskan bahwa langkah ini bukan solusi instan, tetapi penting bagi keberlanjutan ekosistem.
"Ini bukan quick wins, tetapi langkah jangka panjang untuk memperbaiki tata air dan mengembalikan daya dukung alam kita. Dengan memperbaiki ekosistem, kita mengurangi risiko banjir dan longsor di masa mendatang," ucapnya.
BNPB juga mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB, serta tidak panik namun tetap siap siaga.
"Kesiapsiagaan masyarakat adalah benteng pertama menghadapi bencana. Mari kita jaga lingkungan, waspada terhadap tanda-tanda alam, dan tanggap terhadap peringatan dini," pungkasnya. (H-2)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
Sinkhole adalah lubang amblas akibat runtuhnya tanah di atas rongga bawah permukaan. Kenali penyebab, tanda awal, bahaya, dan mitigasinya + contoh kasus Limapuluh Kota 2026.
Informasi iklim memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat.
PEMERINTAH menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak susulan bencana alam di tengah kondisi cuaca ekstrem di Sumatra.
Peran satelit Telkomsat memungkinkan percepatan koordinasi tanggap darurat, distribusi bantuan yang lebih tepat sasaran, serta pemantauan dampak bencana secara real-time.
Kementerian ATR bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sepakat memperkuat fungsi kehutanan pada lahan-lahan milik PTPN I.
TIM SAR bersiap memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca untuk menghadapi kendala kabut tebal dan hujan di Gunung Bulusaraung, lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Permintaan modifikasi cuaca tersebut didasari kekhawatiran banjir akan meluas di empat kecamatan di Kota Pekalongan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah antisipasi cuaca ekstrem dengan membangun koridor pengendalian hujan dari Perairan Selat Sunda hingga Kabupaten Tangerang
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Langkah darurat yang segera dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca dengan mengerahkan tiga pesawat guna mengurangi intensitas hujan.
OMC bukanlah solusi sapu jagat. Dia hanya merupakan bagian dari penanganan banjir yang melibatkan unsur-unsur lebih luas lagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved