Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari Universitas Indonesia (UI) dr. Aldico Juniarto Sapardan, Sp.OT., CF. menyampaikan gaya hidup sehat yang konsisten sejak usia muda dan latihan beban dapat membantu mencegah penyakit osteoporosis atau keropos tulang.
"Osteoporosis tidak tiba-tiba langsung terjadi, tapi berkembang dari kebiasaan sehari-hari yang salah. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan pertama kali adalah evaluasi diri dari pola makan, aktivitas, dan gaya hidup kita apakah sudah sehat," kata Aldico, dikutip Sabtu (25/10).
Ia menjelaskan, pencegahan osteoporosis harus dimulai dari penerapan gaya hidup sehat dan aktif sejak usia muda.
Adapun langkah paling penting adalah menjaga pola makan seimbang dengan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup.
Sumber kalsium bisa diperoleh dari susu, keju, ikan berlemak seperti salmon dan makarel, kacang-kacangan, serta sayuran hijau seperti brokoli.
"Kebutuhan kalsium harian idealnya sekitar 1.000 sampai 1.200 miligram. Kalau dari makanan tidak tercukupi, bisa ditambah dengan suplemen sesuai anjuran dokter," jelas dia.
Selain itu, dia menekankan pentingnya aktivitas fisik rutin, terutama latihan beban atau strength training yang berfungsi menjaga kepadatan tulang.
Menurut dia, latihan ini berbeda dengan kardio yang lebih fokus pada kebugaran jantung, yang mana strength training justru memperkuat tulang dan otot.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 5–10 menit guna membantu pembentukan vitamin D alami dalam tubuh.
Di sisi lain, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, kopi, atau minuman bersoda berlebihan, serta kebiasaan duduk terlalu lama tanpa bergerak harus dihindari.
"Kalau kerja seharian di depan komputer, makan fast food, dan jarang olahraga, ya pasti tulang cepat melemah," katanya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak memeriksakan kepadatan tulang di fasilitas kesehatan resmi agar hasilnya valid dan tidak terjebak promosi suplemen yang menyesatkan.
Ia menambahkan, gaya hidup sehat dan aktif bukan hanya investasi untuk kebugaran, tetapi juga kunci utama mencegah osteoporosis di masa tua.
"Apabila dari pemeriksaan menunjukkan ke arah osteoporosis, sebaiknya jangan diabaikan. Kebiasaan harus diubah, kalau gaya hidupnya tidak berubah ya risikonya malah semakin memburuk," pungkas dokter dari Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta tersebut. (Ant/Z-1)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Menggabungkan pendekatan neurosains (neuroplastisitas) dengan strategi praktis menghadapi "AI Fatigue" yang menjadi tren kesehatan di tahun 2026.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Pencegahan kanker tidak hanya bertumpu pada layanan kuratif di rumah sakit, tetapi dimulai dari rumah tangga, sekolah, dan lingkungan kerja melalui pembiasaan perilaku hidup sehat.
Benarkah latihan beban membuat anak pendek? Dokter spesialis kesehatan olahraga mengungkap fakta medis, manfaat, dan usia tepat memulainya. Cek di sini!
Alih-alih menghambat pertumbuhan, latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak.
Penggunaan benda sederhana di rumah, seperti botol air mineral, sudah bisa memberikan dampak signifikan bagi mereka yang sudah berumur.
Latihan beban atau latihan kekuatan, tidak hanya memberi manfaat pada kesehatan otot dan tulang, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan otak.
Waktu terbaik berolahraga untuk menurunkan berat badan ialah waktu yang akan Anda lakukan secara konsisten. Inilah alasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved