Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Latihan Beban pada Anak Bikin Pendek? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Putri Rosmalia Octaviyani
21/2/2026 19:47
Latihan Beban pada Anak Bikin Pendek? Ini Penjelasan Dokter Spesialis
Ilustrasi latihan beban pada anak.(Dok. Freepik)

BANYAK orang tua merasa khawatir saat ingin mendaftarkan anaknya ke pusat kebugaran atau memberikan latihan angkat beban. Stigma yang beredar kuat di masyarakat menyebutkan bahwa latihan beban dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan anak atau membuat anak menjadi pendek. Namun, benarkah demikian secara medis?

Mitos Latihan Beban Bikin Anak Pendek

Dokter spesialis kesehatan olahraga, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, menegaskan bahwa pandangan tersebut adalah mitos belaka. Latihan angkat beban untuk anak tidak membuat pertumbuhan tinggi badan terhambat menjadi pendek.

Menurut dr. Andhika, asumsi masyarakat sering kali muncul karena melihat postur atlet angkat besi profesional yang cenderung pendek. Padahal, realitanya justru sebaliknya: pelatih sengaja memilih atlet bertubuh pendek karena alasan efisiensi mekanik.

“Pengamatan saya banyak orang yang merasa dan punya stigma bahwa latihan beban akan bikin anak pendek, karena melihat atlet-atlet angkat beban atau besi itu pendek-pendek badannya, jadi langsung berasumsi. Padahal enggak,” kata dr. Andhika dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta.

Alasan Teknis Postur Atlet Angkat Besi

Ia menjelaskan bahwa atlet angkat beban dengan postur lebih pendek memang dianggap lebih efisien dalam kompetisi. Hal ini dikarenakan jarak angkatan beban dari lantai ke posisi atas menjadi lebih pendek dibandingkan atlet bertubuh tinggi.

Faktor inilah yang membuat pelatih cenderung merekrut atlet bertubuh pendek untuk cabang olahraga tersebut, bukan karena aktivitas latihan bebannya yang menyusutkan tinggi badan mereka.

Manfaat Latihan Beban bagi Pertumbuhan Anak

Dokter lulusan Spesialis Kedokteran Olahraga Universitas Indonesia ini memaparkan bahwa latihan beban pada anak justru memiliki manfaat besar bagi pertumbuhan tulang, di antaranya:

  • Kepadatan Tulang: Latihan beban membantu tulang menjadi lebih kuat, padat, dan mampu menopang tinggi badan secara optimal.
  • Pencegahan Cedera: Memperkuat massa otot dan stabilitas sendi sehingga anak tidak rentan mengalami cedera saat berolahraga atau beraktivitas fisik.
  • Optimalisasi Otot: Membantu membentuk fondasi fisik yang kuat sejak dini bagi calon atlet maupun anak pada umumnya.

Faktor tinggi badan anak secara dominan dipengaruhi oleh faktor genetik (keturunan) dan pola hidup sehat secara keseluruhan, termasuk nutrisi dan istirahat yang cukup.

Dosis dan Usia yang Tepat

Lalu, kapan anak boleh mulai melakukan latihan penguatan otot? Dr. Andhika menyatakan bahwa latihan ini bagus diberikan bahkan sejak anak menginjak usia 8 hingga 9 tahun.

Namun, ia memberikan peringatan keras mengenai metode pelaksanaannya. “Dosisnya yang mesti diatur, tidak bisa sama seperti kita yang sudah dewasa,” tuturnya. Program latihan harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan fisik anak agar manfaat yang didapatkan bisa maksimal tanpa risiko berlebih.

(Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya