Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul munculnya kasus keracunan makanan di berbagai daerah.
Charles menilai meskipun tujuan MBG sangat baik, pelaksanaannya di lapangan belum memenuhi standar keamanan pangan.
“Sudah waktunya Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi sistem yang dijalankan sekarang. Banyak dapur penyedia MBG yang belum memenuhi standar kebersihan dan pengelolanya pun bukan dari industri makanan,” kata Charles dalam keterangan yang diterima, Kamis (23/10).
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan banyak dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi tanpa infrastruktur memadai. Masalah yang ditemukan antara lain saluran air yang buruk, tidak adanya perangkap serangga, hingga pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri.
Selain itu, proses penyimpanan makanan juga tidak sesuai standar suhu ideal, meningkatkan risiko kontaminasi bakteri dan jamur.
“Rentang waktu antara proses memasak hingga makanan disajikan ke anak-anak terlalu panjang, bahkan bisa mencapai 7-8 jam,” kata dia.
Ia menegaskan perlunya sanksi tegas terhadap dapur yang terbukti menyajikan makanan dalam kondisi tidak layak.
“Sampai saat ini belum ada sanksi signifikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, Komisi IX DPR akan terus mengawal program MBG agar berjalan aman, higienis, dan sesuai tujuan awal: menekan angka gizi buruk di Indonesia tanpa mengorbankan keselamatan anak-anak.(P-4)
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Usaha pembuatan telur asin yang diupayakan Yayak juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Targetnya, pada Februari 2026, seluruh dapur MBG sudah beroperasi.
LANGKAH pemerintah mengalihfungsikan fasilitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi dapur umum diapresiasi.
Keberadaan dapur MBG ini akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Wakil Kepala Nanik S. Deyang, mengatakan lembaganya tidak akan menghentikan 41 dapur MBG milik Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan.
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved