Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMILIKI berat badan berlebih bukan hanya soal penampilan, tetapi juga dapat mempercepat berbagai perubahan alami tubuh seiring bertambahnya usia.
Dari peradangan kronis hingga masalah mobilitas, obesitas berpotensi memperburuk risiko kesehatan dan membuat seseorang menua lebih cepat.
Tubuh manusia memang akan mengalami banyak perubahan seiring waktu. Namun, obesitas bisa mempercepat proses tersebut dan memicu penyakit serius.
Kabar baiknya, belum terlambat untuk membangun masa depan yang lebih sehat dengan mengelola berat badan sejak dini.
1. Memicu Peradangan Kronis dan Penyakit Terkait Usia
Peradangan adalah mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi. Namun, jika berlangsung lama, kondisi ini justru berbahaya.
Obesitas dapat memicu peradangan sistemik yang mempercepat munculnya penyakit terkait usia, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, hingga gangguan neurodegeneratif seperti demensia dan Parkinson.
Mengurangi peradangan bisa dilakukan dengan menjaga berat badan tetap ideal, rutin beraktivitas fisik, mengendalikan gula darah, serta mengonsumsi makanan anti-inflamasi seperti ikan salmon, kedelai, kacang kenari, anggur, dan blueberry.
2. Memperburuk Mobilitas di Usia Lanjut
Obesitas meningkatkan risiko sarkopenia atau penyusutan otot yang membuat tubuh kehilangan kekuatan. Kondisi ini membuat aktivitas sederhana seperti berjalan, berdiri, atau naik tangga menjadi lebih sulit.
Selain itu, berat badan berlebih memberi tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut dan pinggul, sehingga memperbesar risiko osteoartritis. Lansia dengan obesitas bahkan memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih tinggi menjalani operasi penggantian lutut dibandingkan dengan lansia berbadan normal.
3. Mempercepat Penuaan Seluler
Penuaan tidak hanya tampak dari fisik luar, tetapi juga terjadi di tingkat sel. Penelitian menunjukkan obesitas dapat mempercepat penuaan epigenetik, yaitu perubahan cara kerja gen akibat gaya hidup.
Studi menemukan bahwa setiap kenaikan 10 poin indeks massa tubuh (IMT) dapat mempercepat penuaan hati hingga 2,7 tahun lebih cepat. Akibatnya, risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme meningkat lebih awal.
Meski obesitas membawa banyak risiko, langkah pencegahan tetap terbuka lebar. Mengelola berat badan dengan pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menerapkan gaya hidup seimbang dapat membantu memperlambat proses penuaan, menjaga kualitas hidup, dan membuat masa tua lebih sehat. (Z-1)
Ingin berat badan tetap ideal saat puasa? Simak tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan 2026 dari ahli medis agar tidak kalap saat berbuka
Sebagai patokan sederhana, penurunan berat badan yang ideal berkisar antara 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg selama satu bulan penuh.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Peremajaan modern kini menempatkan penguatan struktur kulit sebagai fondasi utama.
Penuaan pada manusia bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami tanpa sebab, melainkan dampak langsung dari penurunan kadar hormon dalam tubuh.
Proses penuaan pada manusia tidak semata-mata terjadi karena faktor usia, melainkan dipicu oleh menurunnya kadar hormon di dalam tubuh
Penelitian di Inggris menemukan lansia dengan pandangan positif terhadap penuaan lebih aktif berolahraga, bahkan saat menghadapi penyakit kronis.
Peneliti kembangkan tes darah yang mampu mengukur usia biologis 11 organ dan sistem tubuh. Alat ini dapat memprediksi risiko penyakit, mendeteksi penurunan dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved