Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Andrologi, Seksologi, dan Antiaging dari Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And.,Subsp.SAAM, mengungkapkan paradigma baru dalam dunia kesehatan mengenai proses penuaan.
Menurutnya, penuaan pada manusia bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami tanpa sebab, melainkan dampak langsung dari penurunan kadar hormon dalam tubuh.
Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis (15/1), Prof. Wimpie menegaskan bahwa anggapan masyarakat selama ini perlu diluruskan. Ia menekankan bahwa hormon memegang peranan vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi dasar manusia, mulai dari reproduksi hingga kesehatan jantung.
“Konsepnya manusia menjadi tua karena hormon berkurang, bukan hormon berkurang karena manusia menjadi tua. Jadi penuaan kita anggap dan diperlakukan sebagai penyakit yang dapat dicegah dan diobati,” ujar Prof. Wimpie.
Secara biologis, hormon berkembang normal hingga seseorang memasuki usia 40-an. Namun, Prof. Wimpie mencatat tren saat ini menunjukkan banyak orang mengalami penurunan hormon lebih awal akibat gaya hidup yang buruk. Pola makan tidak sehat dan kebiasaan begadang menjadi pemicu utama.
“Beberapa pasien saya itu usia perempuan 40 sudah menopause. Dulu enggak ada, sekarang mulai banyak. Karena pola hidupnya tidak sehat, sering begadang, makanannya tidak sehat,” ungkapnya.
Proses penuaan ini dipicu oleh faktor internal seperti paparan radikal bebas, kerusakan DNA, dan ketidakseimbangan biologis lainnya. Sementara faktor eksternal mencakup kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stres, hingga kondisi ekonomi yang memengaruhi asupan gizi.
Prof. Wimpie merinci proses penuaan ke dalam tiga fase berdasarkan kelompok usia:
Sebagai penutup, Prof. Wimpie mengingatkan bahwa hormon seperti testosteron, progesteron, dan estrogen adalah kunci utama fungsi seksual dan kesehatan organ dalam.
Ketidakseimbangan hormon-hormon tersebut, termasuk hormon tiroid, berkaitan erat dengan risiko penyakit mematikan seperti penyakit jantung. Dengan menjaga keseimbangan hormon, kualitas hidup di masa tua dapat tetap terjaga secara optimal. (Ant/Z-1)
Proses penuaan pada manusia tidak semata-mata terjadi karena faktor usia, melainkan dipicu oleh menurunnya kadar hormon di dalam tubuh
Penelitian di Inggris menemukan lansia dengan pandangan positif terhadap penuaan lebih aktif berolahraga, bahkan saat menghadapi penyakit kronis.
Peneliti kembangkan tes darah yang mampu mengukur usia biologis 11 organ dan sistem tubuh. Alat ini dapat memprediksi risiko penyakit, mendeteksi penurunan dini.
Memiliki berat badan berlebih bukan hanya soal penampilan, tetapi juga dapat mempercepat berbagai perubahan alami tubuh seiring bertambahnya usia.
Obesitas berkontribusi pada munculnya peradangan kronis (inflammaging) yang mempercepat kerusakan molekuler dan mengurangi kemampuan regenerasi sel.
Phthalate dalam kosmetik berpotensi mengganggu perkembangan otak janin selama kehamilan. Ketahui jenis-jenis phthalate, risikonya, dan cara menghindarinya demi kesehatan bayi Anda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved