Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP tanggal 1 Agustus, linimasa media sosial dipenuhi ucapan penuh kasih bertuliskan Happy Girlfriend Day. Pada tahun 2025, perayaan tersebut kembali mengingatkan kita bahwa momentum peringatan itu bukan hanya soal pasangan dalam hidup melainkan juga tentang hubungan kuat antarperempuan yang saling mendukung.
Peringatan ini sejatinya ialah bentuk apresiasi bagi para perempuan hebat di hidup kita, baik itu pacar, sahabat, kakak, atau ibu. Sehingga momentum ini mengangkat pentingnya solidaritas dan kasih sayang sesama perempuan.
Lalu, bagaimana merayakan dan mengapresiasi kehadiran sosok perempuan dalam hidup kita? Yuk, simak sebagai berikut.
Ungkapkan isi hati kamu lewat surat atau pesan yang menyentuh. Kamu bisa menceritakan hal-hal yang belum pernah kamu ucapkan secara langsung baik tentang kekaguman kamu, rasa sayang, atau impian bersama.
Tak perlu mewah, kamu bisa menghabiskan waktu bersama dengan penuh perhatian. Bisa dengan masak bersama, jalan sore sambil bercerita, atau sekadar bersantai bersama. Kehadiran yang tulus jauh lebih berharga daripada suasana yang megah.
Hal yang tak kalah penting ialah dokumentasi kenangan. Susun momen-momen berharga kalian seperti foto lawas, video lucu, atau percakapan manis menjadi satu karya kenangan. Kamu bisa membuat video kompilasi, album digital, atau bahkan buku kecil berisi kenangan pribadi kalian.
Hadiah sederhana namun bermakna akan meninggalkan kesan berharga. Pilih benda yang mengandung cerita, seperti barang favoritnya, karya buatan tangan, atau kejutan kecil yang personal.
Unggah foto atau cerita tentang hubungan kalian dengan caption yang hangat di media sosial. Hal ini bisa menunjukkan betapa berharga kehadirannya di hidup kamu. Jangan lupa sertakan tagar #GirlfriendsDay2025 agar ikut meramaikan perayaan global ini. (H-3)
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Perjuangan untuk Palestina tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, edukasi, dan penyadaran masyarakat.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Menkomdigi Meutya Hafid resmi terapkan PP Tunas. Anak di bawah 16 tahun dilarang akses platform risiko tinggi demi cegah adiksi & konten seksual.
Komdigi melarang anak di bawah usia 16 tahun punya akun pada sejumlah media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan X.
Panduan terbaru 2026 mengenai aturan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Pahami batasan hukum, risiko privasi, dan tips pendampingan orang tua.
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Fenomena oversharing, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengguna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved