Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPUSTAKAAN Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyepakati kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman.
Perpusnas bersama Kemdiktisaintek akan berkolaborasi dalam penyediaan fasilitas akses jurnal secara terintegrasi dan membuat sistem database alat penelitian yang dapat digunakan untuk kebutuhan perguruan tinggi. Hal ini untuk mempermudah akses jurnal elektronik bagi para pembaca dan peneliti dalam mencari referensi sebelum melakukan penelitian.
Selain itu, kedua pihak akan berkolaborasi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz berharap berbagai program yang ditunggu oleh masyarakat dapat segera digarap bersama dan dihadirkan ke masyarakat.
“Kita ingin kolaborasi ini menjadi salah satu upaya peningkatan kompetensi literasi masyarakat melalui penyediaan akses bahan bacaan yang berkualitas yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya di Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta, pada Rabu (12/3/2025).
Khususnya di tingkat pendidikan tinggi, Kepala Perpusnas berharap program penyediaan jurnal terintegrasi dan keikutsertaan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi, dapat segera dilakukan.
“Sesuai dengan visi perubahan Perpusnas yaitu Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa, kami ingin hadirnya Perpusnas dapat dirasakan melalui program nyata yang dilakukan,” ujarnya.
Di pihak lain, Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengaku siap berkolaborasi untuk turut memajukan Perpusnas sebagai ikon pengetahuan di masyarakat. “Jadi ada link misalnya, di mana sumber ilmu pengetahuan di Indonesia bisa terkoordinasi dengan baik, sumber pengetahuan kampus-kampus dapat dicari melalui Perpusnas,” imbuhnya.
Menteri Brian menegaskan melalui kerja sama ini, kegiatan yang selama ini dilakukan oleh perguruan tinggi dapat dikoordinasikan oleh Perpusnas. “Berlangganan jurnal misalnya. Tidak lagi sporadis, tapi bisa lebih dikelola oleh Perpusnas dan pembiayaannya juga jadi lebih efisien. Itu sebagai dampak koordinasi yang lebih baik,” tuturnya.
Dia menjelaskan pihaknya berupaya mendorong Perpusnas agar menjadi tempat yang mengasyikkan, agar anak-anak dan mahasiswa dapat memanfaatkan perpustakaan dengan lebih baik. “Seperti harapan Presiden Prabowo agar Indonesia semakin maju di bidang saintek di Indonesia,” pungkasnya.
Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua instansi dilakukan oleh Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso dan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar M Simatupang disaksikan oleh Kepala Perpusnas dan Menteri Diktisaintek.(H-2)
Prestasi ini menjadi bukti bahwa ekosistem akademik yang kolaboratif mampu melahirkan capaian kelas dunia.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
SEBUAH studi Bloomberg baru-baru ini melaporkan bahwa jumlah mahasiswa asing di perguruan tinggi Amerika Serikat turun 1,4%
Peran aktif perguruan tinggi harus didorong dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) nasional agar memiliki daya saing global.
FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari 56 perguruan tinggi se-Indonesia yang berdialog langsung dengan pelaku industri Malaysia.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpusnas sudah banyak menggulirkan bantuan program penguatan budaya baca seperti lewat bantuan bahan bacaan bermutu yang disampaikan ke desa, taman baca masyarakat, rumah ibadah.
"Anak tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter dan tokoh di dalam komik secara berkelanjutan,"
Anggota DPR RI Bonnie Triyana, menyoroti pemangkasan anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpustakaan kini menjadi pusat pengetahuan dan budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved