Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPUSTAKAAN Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terus melakukan penguatan layanan digital iPusnas melalui pembaruan teknologi dan peningkatan sistem keamanan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan pengetahuan digital yang aman, stabil, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Penguatan layanan dilakukan melalui penyesuaian arsitektur sistem agar iPusnas dapat beroperasi lebih optimal dan andal. Upaya tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan membaca digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menegaskan bahwa penguatan sistem merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan digital Perpusnas. Menurutnya, langkah ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan digital agar masyarakat dapat mengakses koleksi pengetahuan secara nyaman, aman, dan berkelanjutan,” ujar Joko dalam keterangan resmi di Jakarta. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterbatasan akses yang terjadi selama proses penguatan sistem berlangsung.
Menurut Joko, proses penyesuaian sistem dilakukan secara terukur agar layanan dapat kembali berjalan optimal. Perpusnas memastikan keamanan koleksi digital tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan penguatan layanan.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Perpusnas juga melakukan migrasi sistem dan pengujian keamanan dengan pendampingan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Langkah ini dilakukan untuk memastikan aspek keamanan layanan digital tetap terjaga dan mampu menghadapi berbagai potensi risiko siber.
Kepala Pusat Data dan Informasi Perpusnas, Wiratna Tritawirasta, menjelaskan bahwa peningkatan pengguna menjadi salah satu dasar penting dilakukannya pembaruan sistem. Menurutnya, pembaruan dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi sekaligus memastikan layanan tetap stabil.
“Penguatan sistem dilakukan melalui pembaruan arsitektur, migrasi data, dan pengujian keamanan agar layanan semakin optimal,” ujar Wiratna dalam keterangan resmi di Jakarta. Ia menambahkan bahwa proses pengujian dilakukan secara bertahap sebelum layanan dipulihkan secara penuh.
Di tengah proses penguatan sistem, pemanfaatan iPusnas tetap menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perpusnas, iPusnas saat ini memiliki sekitar 134.309 judul koleksi dengan total 1.480.649 salinan digital, serta mencatat 770.106 pengguna baru sepanjang 2025.
Sejalan dengan proses tersebut, Perpusnas menargetkan pemulihan layanan iPusnas dilakukan secara bertahap setelah seluruh proses pengujian selesai. Versi Android direncanakan kembali aktif lebih dahulu, kemudian disusul versi iOS dan web secara bertahap.
Selain iPusnas, seluruh layanan Perpusnas baik daring maupun luring tetap berjalan normal dan dapat diakses masyarakat. Layanan digital lain seperti BintangPusnas Edu, e-Resources, Khastara, serta chatbot Tanya Pustakawan juga tetap beroperasi sebagaimana mestinya.
Dalam pengelolaan layanan digital, Perpusnas juga terus memastikan mekanisme peminjaman berjalan adil bagi seluruh pihak. Sistem iPusnas telah dilengkapi teknologi Digital Rights Management (DRM) untuk menjaga keseimbangan layanan bagi perpustakaan, penulis, dan penerbit.
Ke depan, Perpusnas berkomitmen terus memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi. Literasi digital diharapkan tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatannya secara etis, bertanggung jawab, dan produktif. (H-2)
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpusnas sudah banyak menggulirkan bantuan program penguatan budaya baca seperti lewat bantuan bahan bacaan bermutu yang disampaikan ke desa, taman baca masyarakat, rumah ibadah.
"Anak tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter dan tokoh di dalam komik secara berkelanjutan,"
Anggota DPR RI Bonnie Triyana, menyoroti pemangkasan anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Jika naskah kuno hanya disimpan sebagai milik pribadi maka dikhawatirkan akan hilang atau rusak.
Tema hari jadi Perpusnas ke-45 adalah Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa.
Salah satu dampak yang disoroti adalah kerusakan koleksi perpustakaan yang jumlahnya mencapai ribuan
Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian diajukan secara tunggal (single nomination) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam register internasional MoW.
Kedua pihak akan berkolaborasi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved