Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Masjid Negara IKN akan Punya Perpustakaan

Ficky Ramadhan
08/3/2026 23:10
Masjid Negara IKN akan Punya Perpustakaan
Petugas membersihkan lantai di dalam Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

DIREKTORAT Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk menyiapkan perpustakaan di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN). Kolaborasi ini dilakukan sebagai upaya memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat literasi dan pengembangan keilmuan bagi masyarakat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat menegaskan bahwa kerja sama lintas lembaga menjadi kunci agar pengembangan perpustakaan masjid dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan. Menurutnya, perpustakaan merupakan bagian penting dalam menghidupkan tradisi membaca serta kajian keislaman di lingkungan masjid negara.

"Masjid Negara IKN diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran umat. Karena itu, kami menggandeng Perpusnas dan OIKN untuk menyiapkan ekosistem literasi, termasuk perpustakaan yang dapat diakses masyarakat luas," kata Arsad, Minggu (8/3).

Ia menjelaskan, perpustakaan masjid nantinya akan menjadi sarana penguatan literasi keagamaan sekaligus ruang dialog keilmuan yang inklusif. Melalui koleksi buku, mushaf Al-Qur’an, dan berbagai referensi keislaman, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan masjid sebagai tempat memperdalam pemahaman agama sekaligus memperkaya pengetahuan.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam, Nur Rahmawati mengatakan, rencana pendirian perpustakaan Masjid Negara IKN telah dibahas bersama Perpusnas melalui forum diskusi kelompok terarah (FGD) sebagai tahap awal pendampingan teknis.

"Dalam pertemuan tersebut, kami menyampaikan sejumlah kebutuhan awal, termasuk rekomendasi furnitur perpustakaan, daftar judul buku yang relevan, serta dukungan penyediaan sekitar 1.000 mushaf Al-Qur’an untuk menunjang kegiatan keagamaan di masjid," ujarnya.

Nur menjelaskan bahwa Perpusnas akan memulai pendampingan dengan membentuk tim khusus yang bertugas mengawal proses pendirian perpustakaan. Tim ini akan bekerja sama dengan Kementerian Agama dan OIKN dalam menyiapkan berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, pengelolaan koleksi, hingga sarana dan prasarana perpustakaan.

Menurutnya, tahapan selanjutnya adalah menunggu penerbitan surat keputusan pendirian perpustakaan beserta struktur pengelolanya yang akan ditetapkan oleh OIKN dan Kementerian Agama. Dokumen tersebut akan menjadi dasar resmi bagi pengembangan layanan perpustakaan.

"Setelah itu, kami akan menyampaikan kondisi awal perpustakaan, baik dari sisi koleksi maupun sarana prasarana, sehingga proses pendampingan dapat berjalan lebih terarah," katanya.

Ia menambahkan, Perpusnas juga akan melibatkan dinas perpustakaan daerah dalam proses pendampingan, termasuk Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur serta dinas perpustakaan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Kolaborasi ini penting agar pengembangan perpustakaan masjid tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem literasi yang lebih luas di daerah," ujarnya.

Dari sisi fasilitas, ruang perpustakaan di Masjid Negara IKN sebenarnya telah disiapkan dan sebagian furnitur awal mulai tersedia. Namun, OIKN masih memprioritaskan penyediaan sarana dan prasarana utama untuk mendukung kegiatan Ramadan 2026, sehingga pengembangan perpustakaan dilakukan secara bertahap.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus (PPUK) Perpusnas RI, Nani Suryani menegaskan komitmen Perpusnas dalam mendampingi proses pendirian perpustakaan tersebut. Pendampingan akan mencakup aspek kelembagaan, pengelolaan koleksi, hingga pengembangan layanan agar perpustakaan dapat berfungsi secara optimal.

"Perpusnas mendukung penuh pengembangan perpustakaan di Masjid Negara IKN. Kami akan memberikan pendampingan mulai dari tahap awal pendirian hingga penguatan pengelolaan perpustakaan agar dapat menjadi ruang literasi yang bermanfaat bagi umat," kata Nani. (Fik)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya