Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
CERTIFIED Financial Planner Rista Zwestika membagikan tips mengelola uang Tunjangan Hari Raya atau THR agar lebih produktif, sehingga tidak lekas habis dalam sekejap.
Menjelang perayaan Lebaran, umumnya, pekerja di Indonesia akan mendapatkan THR. Sayangnya, THR jika tidak dikelola dengan bijak bisa cepat habis.
Dia mengatakan hal yang penting dalam mengelola THR adalah membuat rencana terperinci. Hal ini lantaran kesalahan umum yang kerap terjadi dalam mengelola THR terutama pada anak muda adalah tidak membuat perencanaan.
"Banyak yang langsung menghabiskan THR tanpa membuat daftar prioritas, seperti kebutuhan mendesak atau tabungan," kata Rista Zwestika, dikutip Selasa (11/3).
Rista menyarankan membuat rencana terperinci dana THR, seperti memprioritaskan utang misalnya dengan alokasikan 30%-40% untuk melunasi utang berbunga tinggi.
Kemudian, dialokasikan sebagai dana darurat bisa dengan menyisihkan 20% dengan minimal 6-12 bulan pengeluaran atau pendapatan.
Alokasikan 30% untuk kebutuhan mendesak seperti perbaikan rumah, biaya kesehatan, atau keperluan keluarga, serta sisakan 10% untuk diri sendiri agar tidak merasa tertekan.
"Hindari Impulsif bisa dengan tunda pembelian barang mahal selama 1-2 minggu untuk menilai apakah benar-benar diperlukan," ujar CEO dan Founder Finante.id.
Dia juga menyarankan agar penggunaan THR bisa dikomunikasikan dengan keluarga untuk menghindari konflik.
"Misalnya dengan membagi sebagian untuk orangtua tanpa mengorbankan tabungan," ucapnya.
Menurut dia, dalam menghemat penggunaan THR bisa dengan memanfaatkan promosi produk dengan bijak, seperti menggunakan diskon untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar (seperti sembako), bukan barang konsumtif.
"Gunakan aplikasi keuangan untuk menghindari kebocoran anggaran. Jika ada sisa lakukan investasi sederhana dengan pertimbangkan instrumen
likuid seperti deposito atau reksadana pasar uang," ujar dia.
Dia mencontohkan perencanaan keuangan dalam mengelola THR senilai Rp5 juta bisa dialokasikan seperti Rp1,5 juta untuk utang (30%), Rp1 juta untuk dana darurat (20%), Rp1,5 juta untuk kebutuhan keluarga (30%), Rp500 ribu untuk hiburan (10%), dan Rp500 ribu untuk investasi atau simpanan likuid (10%).
"Dengan strategi ini, THR tidak hanya 'lewat' tetapi menjadi batu loncatan untuk stabilitas keuangan jangka pendek maupun panjang," katanya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan beberapa kesalahan umum dalam mengelola THR terutama pada anak muda, seperti tekanan sosial dan lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan.
"Mengalokasikan THR untuk hiburan, gawai, atau fesyen trendi alih-alih membayar utang atau kebutuhan pokok. Memenuhi ekspektasi keluarga
atau teman dengan memberikan hadiah mahal atau pesta melebihi kemampuan," ujar dia.
Tidak hanya itu, impulsif saat belanja juga menjadi salah satu kesalahan umum, karena terpengaruh diskon atau promosi hari raya, terutama di loka pasar, sehingga boros pada hal tidak esensial.
"Menganggap THR sebagai 'uang panas' yang harus segera dibelanjakan, tanpa menyisihkan sebagian untuk dana darurat atau investasi
sederhana," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Kesiapan fisik dan mental adalah fondasi utama agar perjalanan mudik berlangsung aman.
SETELAH 10 tahun menjalin hubungan asmara, pasangan bintang Korea Selatan Kim Woo-bin dan Shin Min Ah akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan
Teknik yang bisa dilakukan dalam membantu mengendalikan diri agar tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial, yaitu dengan teknik S-T-O-P.
Satgas Saber bertujuan menjamin pelaksanaan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), serta Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP)
Isu yang diangkat film Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan refleksi dari apa yang sering dirasakan orang banyak ketika momen mudik atau silaturahmi berlangsung.
Musim puncak (peak season) pengiriman Ramadan dan Lebaran tahun 2026 jadi momen optimisme perusahaan jasa logistik.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Masyarakat yang melakukan pemesanan tiket kereta api pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026.
Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved