Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Kamis (27/2). Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami cuaca ekstrem, mulai dari hujan petir hingga banjir rob. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi ini.
Berikut adalah kondisi cuaca yang diperkirakan terjadi di berbagai kota di Indonesia:
Berawan Tebal: Banda Aceh
Hujan Ringan: Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu
Hujan Sedang: Medan
Hujan Petir: Pekanbaru, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung
Hujan Ringan: Bandung, Semarang, Surabaya
Hujan Sedang: Yogyakarta
Hujan Petir: Serang, Jakarta
Hujan Ringan: Denpasar, Kupang
Hujan Petir: Mataram
Hujan Ringan: Palangkaraya, Tanjung Selor
Hujan Petir: Pontianak, Banjarmasin, Samarinda
Hujan Ringan: Makassar, Palu, Kendari
Hujan Petir: Mamuju, Manado
Berawan: Jayapura
Berawan Tebal: Sorong
Udara Kabur: Manokwari
Hujan Ringan: Ambon
Hujan Petir: Nabire, Jayawijaya, Ternate, Merauke
BMKG mengidentifikasi beberapa daerah yang berpotensi mengalami perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi), yang dapat meningkatkan peluang hujan lebat hingga ekstrem:
Perairan Barat Aceh
Lampung
Selat Sunda
Banten
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan
Samudra Pasifik Timur Filipina
Samudra Hindia Barat Aceh
Sumatera bagian selatan
Pesisir selatan Pulau Kalimantan
Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan
Dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat dan cuaca ekstrem di wilayah:
Sumatera
Jawa
Kalimantan
Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku
Maluku Utara
Papua
BMKG juga mencatat adanya kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah berikut:
Laut Cina Selatan
Laut Natuna Utara
Laut Sulu
Laut Filipina
Laut Banda
Laut Arafuru
Samudra Pasifik Timur Filipina
Sementara itu, gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di:
Laut Natuna bagian utara
Perairan utara Kepulauan Natuna hingga Kepulauan Anambas
Selat Malaka bagian utara
Perairan utara Aceh
Laut Maluku
Samudra Pasifik utara Maluku
Masyarakat di beberapa pesisir pantai diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan banjir rob:
Sumatera Utara
Pesisir Kepulauan Riau
Pesisir Banten
Pesisir Jawa Timur
Pesisir Bangka Belitung
Pesisir Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah
Pesisir Sulawesi Utara
Pesisir Maluku Utara
Pesisir Papua Selatan
Sirkulasi siklonik terpantau di beberapa wilayah, seperti Samudra Hindia Barat Daya Lampung, Laut Natuna, dan Laut Arafuru. Fenomena ini membentuk perlambatan angin (konvergensi) di Laut Natuna, Laut Banda, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku, serta pertemuan angin (konfluensi) di Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku bagian Tenggara. Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan potensi hujan lebat dan gelombang laut tinggi di sekitar wilayah tersebut.
Prakiraan cuaca ini merupakan gambaran umum kondisi di berbagai wilayah. Untuk informasi lebih spesifik dan terbaru setiap tiga jam, masyarakat dapat mengakses aplikasi Info BMKG yang tersedia di Play Store dan App Store, atau mengunjungi situs web serta akun media sosial Info BMKG.
Dengan adanya potensi cuaca ekstrem, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menyiapkan langkah antisipasi, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan hujan lebat, banjir rob, serta yang beraktivitas di laut. Pastikan selalu mengikuti informasi cuaca terkini untuk keselamatan bersama. (YouTube BMKG/Z-10)
Sejak Januari 2026, pusat-pusat tekanan rendah tersebut telah mulai terpantau di wilayah selatan Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan intensitas hujan di sejumlah daerah.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kondisi lingkungan yang tidak mendukung dapat menurunkan daya tahan tubuh secara drastis.
Menurut analisis dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, kondisi cuaca yang memicu banjir tersebut merupakan dampak Siklon Tropis Senyar.
Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat bekerja maksimal dalam menghadapi kemungkinan genangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved