Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ANEMIA adalah penurunan sel darah merah akibat kurangnya asupan zat besi. Mereka yang terkena anemia akan lebih mudah lelah dan kulit wajahnya terlihat pucat. Salah satu cara mengatasi masalah ini yaitu mengonsumsi makanan penambah darah yang tinggi zat besi.
Ketika mengalami anemia, tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Hemoglobin merupakan protein yang terdapat dalam sel darah merah yang berperan untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Guna mengatasi kekurangan zat besi, dokter biasanya memberikan resep obat penambah darah. Selain itu, perubahan pola makan dengan mengonsumsi makanan tertentu, termasuk buah penambah darah, disarankan dokter untuk meningkatkan produksi sel darah merah.
Ada beberapa jenis buah penambah darah yang mudah didapat dan bisa dikonsumsi untuk mencegah kurang darah atau meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh, yaitu:
Semangka memiliki kandungan vitamin C yang mampu mengoptimalkan penyerapan zat besi, baik dari konsumsi suplemen penambah darah maupun dari makanan. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin B dan zat besi juga diperlukan untuk meningkatkan produksi sel darah merah.
Pisang merupakan buah penambah darah, karena memiliki kandungan folat yang cukup tinggi. Dalam 1 buah pisang berukuran sedang terkandung sekitar 24 mikrogram folat yang berguna dalam pembentukan sel darah merah untuk mengatasi anemia. Selin folat, buah ini juga mengandung vitamin C yang dapat mengoptimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Orang dewasa memerlukan asupan folat sebanyak 400 mikrogram per hari agar proses pembentukan sel darah merah berlangsung normal. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan folat, bisa mengkonsumsi buah pepaya.
Buah bit dikenal sebagai umbi-umbian yang bermanfaat untuk mengatasi anemia. Efek ini didapat dari kandungan folat dalam buah bit yang membantu produksi sel darah merah, serta kandungan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
Selain digunakan sebagai pemanis alami pengganti gula, kurma terbukti menjadi salah satu buah penambah darah yang baik dikonsumsi penderita anemia. Buah kurma memiliki kandungan zat besi yang dibutuhkan dalam produksi sel darah merah dan pengobatan anemia.
Zat besi, vitamin C, dan Folat adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk mengatasi anemia. Ketiga nutria ini ditemukan dalam buah delima. Mengonsumsi buah penambah darah ini dapat mengoptimalkan penyerapan zat besi serta meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh.
Tomat ternyata memiliki kandungan Vitamin C yang mampu meningkatkan penambahan darah. Dengan mengonsumsi 1 tomat utuh berukuran sedang, bisa mencukupi sekitar 20% kebutuhan vitamin C harian. Vitamin inilah yang dapat membantu penyerapan zat besi untuk menurunkan risiko anemia akibat kekurangan kadar zat besi. (Alodokter/Siloam Hospital/Z-3)
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai masih berisiko tertinggal dari rata-rata dunia dan dapat menjadi ancaman serius di masa depan.
Zat besi merupakan mineral penting untuk membentuk hemoglobin, yang membantu mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh bagian tubuh.
Selain pucat, kekurangan zat besi juga menyebabkan kulit menjadi sangat kering.
Selain susu, dan olahan kalsium lainnya seperti keju atau milkshake, Emilia juga mengingatkan bahwa kafein dan tanin dalam kopi maupun teh dapat menurunkan kemampuan tubuh
Kondisi ini juga sering tidak disadari oleh orang tua pada anak-anak. Anak yang terlihat malas bermain atau sering mengantuk di kelas, misalnya, belum tentu malas atau tidak fokus.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pola makan sehat.
Beragam jenis buah seperti kiwi, apel, pisang, dan buah beri terbukti membantu menjaga kesehatan tubuh menurut riset kesehatan internasional.
Musim kemarau basah pada 2025 menjadi penghambat serius bagi siklus hidup pohon rambutan yang membutuhkan perlakuan alam tertentu untuk berbunga.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved