Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kehidupan sehari-hari, kita sering membandingkan berbagai hal atau lebih memilih satu dari yang lain. Namun, ketika berbicara tentang berlari dan berjalan, adakah pemenangnya?
Kedua aktivitas ini sama-sama bermanfaat untuk melatih sistem kardiovaskular. Dengan rutin melakukan salah satunya, atau bahkan keduanya, Anda akan merasakan berbagai manfaat kesehatan, seperti penurunan tekanan darah dan detak jantung saat istirahat, peningkatan kadar kolesterol baik, serta pengaturan gula darah yang lebih baik.
Selain itu, olahraga ini juga memberikan kontribusi positif bagi kesehatan otot dan sendi, serta meningkatkan fungsi kognitif, seperti kemampuan berpikir dan daya ingat.
Lantas, apakah kita harus memilih salah satu untuk menjaga kesehatan?
Karen Feakes, seorang ahli fisiologi olahraga dan pelatih pribadi bersertifikat, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keuntungan masing-masing aktivitas.
Anda tetap bisa mencapai target kebugaran dengan berjalan kaki. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, kata Feakes.
“Untuk membakar kalori yang setara dengan berlari, Anda perlu berjalan dalam durasi yang lebih lama,” jelasnya.
Saat berbicara tentang penurunan berat badan, berikut adalah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengenai perbandingan berjalan dan berlari.
Umumnya, ada perbedaan sekitar 30% dalam jumlah kalori yang dapat dibakar antara kedua aktivitas ini. Namun, terdapat beberapa variabel yang dapat membuat jumlah kalori tersebut hampir sebanding.
Misalnya, jika Anda berlari pelan sejauh dua mil atau berjalan cepat, Anda mungkin akan membakar kalori dalam kisaran yang lebih mirip dibandingkan dengan berlari dengan kecepatan tinggi.
Kesetaraan metabolik (MET) Anda menentukan jumlah kalori yang dibakar berdasarkan tingkat intensitas aktivitas. Semakin tinggi intensitas, kebutuhan tubuh akan oksigen juga meningkat. Dengan meningkatnya tingkat MET, hasil yang dicapai pun akan lebih besar.
Proses konsumsi pascaoksigen berlebih (EPOC), yang lebih dikenal dengan istilah "after burn," adalah bagaimana tubuh mengeluarkan energi setelah latihan selesai. Metabolisme Anda dapat tetap pada tingkat yang lebih tinggi selama beberapa jam setelah berolahraga, yang sangat memengaruhi pengeluaran energi.
Selain itu, berat badan seseorang juga dapat berpengaruh terhadap pengeluaran kalori. Meskipun intensitas aktivitas yang dilakukan sama, masa tubuh masing-masing individu akan memengaruhi total kalori yang dibakar.
1. Mudah, nyaman, dan gratis
Anda tidak memerlukan peralatan khusus; yang Anda butuhkan hanya diri sendiri dan sepasang sepatu yang nyaman.
2. Bentuk latihan berdampak rendah
Sebagai aktivitas berdampak rendah, berjalan sangat baik untuk persendian. Dalam keseharian, penting bagi persendian untuk bergerak dalam rentang gerak yang optimal untuk mengurangi kekakuan.
3. Dapat dilakukan di hampir semua tingkat kebugaran
Jika Anda belum terlalu fokus pada kebugaran, berjalan kaki bisa menjadi langkah awal yang baik.
1. Membakar lebih banyak kalori
Berlari memungkinkan Anda membakar lebih banyak kalori dibandingkan berjalan dalam waktu yang sama, yang akan memberikan pengaruh signifikan seiring berjalannya waktu.
2. Meningkatkan VO2 max
VO2 max adalah tingkat maksimum konsumsi oksigen yang bisa dicapai selama aktivitas fisik. Semakin tinggi VO2 max Anda, semakin baik kemampuan aerobik Anda.
3. Menguatkan tulang dan jaringan otot
Baik berjalan maupun berlari bisa meningkatkan kepadatan tulang, tetapi penelitian menunjukkan bahwa pelari cenderung memiliki kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan dengan pejalan kaki.
Baik Anda memilih untuk berjalan atau berlari, disarankan bagi orang dewasa untuk berolahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit, seperti berjalan, atau melakukan olahraga dengan intensitas tinggi selama 75 menit, seperti berlari dalam sepekan.
Namun, yang terpenting adalah memilih bentuk latihan yang terbaik adalah yang benar benar anda lakukan secara konsisten. (berbagai sumber/Z-1)
Dalam Japanese Interval Walking, tingkat kecepatan dan detak jantung diatur agar tubuh mendapat variasi beban latihan.
Berikut panduan lengkap dengan latihan dan peregangan untuk menjaga lutut Anda tetap kuat dan sehat. Simak tulisan di bawah ini.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved