Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Makan Bergizi Gratis telah memberikan manfaat, khususnya bagi para murid yang memiliki perhatian khusus. Seorang murid SMP di Banjarmasin bernama Alfin salah satu orang yang sangat terbantu dengan program ini.
Alfin merupakan salah satu muridnya yang memerlukan perhatian khusus karena orangtuanya bercerai dan perekonomiannya sulit. Kehidupan Alfin juga terbilang sulit, karena saat ini hanya tinggal dengan ibunya yang tidak bisa bekerja.
"Sebagai guru aku cukup tahu kehidupan siswaku yang satu ini. Alfin juga salah satu siswa yang perlu perhatian khusus, baik dari sisi akademik maupun sisi lainnya," ungkap guru bernama Ais dilansir dari keterangan resmi, Senin (20/1).
Ais mengatakan, Alfin sulit untuk mendapatkan makanan yang layak dikonsumsi setiap harinya. Hal ini dikarenakan Alfin tidak menerima uang saku dari orangtuanya. Sepulang sekolah, ia juga harus menjajakan kerupuk dari warung ke warung.
"Pernah suatu waktu aku bertanya Alfin, dikasih uang jajan berapa, dia jawab ulun kade besangu (belum dapat uang), Bu. Setelah kutanya, ternyata untuk jajannya sendiri bahkan untuk makan keluarganya di rumah, dia harus menjajakan kerupuk setelah pulang sekolah hingga malam hari, dari warung ke warung," cerita Ais.
Karena kondisi Alfin tersebut, Alfin jarang untuk bisa sarapan di rumah. Ais sangat bersyukur program makan bergizi akhirnya terealisasi dan dapat membantu Alfin yang sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan makannya sendiri.
"Unuk makan satu kali sehari aja susah katanya. Bersyukur dengan adanya program makan bergizi gratis ini. Banyak Alfin lain yang mungkin lebih berat lagi untuk bertahan hidup. Sekolah tanpa uang jajan dan tanpa sarapan, apalagi makan siang di sekolah," tuturnya. (H-2)
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, secara tegas membantah narasi yang mengaitkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pemangkasan anggaran dan program pendidikan
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan anggaran bahan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp8–10 ribu per porsi. Sisa anggaran dialokasikan untuk operasional dan fasilitas SPPG.
BGN menegaskan dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh bergantung pada sedikit supplier. UMKM, petani, peternak, dan nelayan lokal wajib dilibatkan sebagai pemasok.
BGN membantah narasi viral yang menyebut mitra Program Makan Bergizi Gratis meraup untung Rp1,8 miliar per tahun. Angka tersebut disebut sebagai pendapatan kotor, bukan laba bersih.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
Pelibatan produsen lokal seperti petani, nelayan, dan koperasi desa dapat membantu menjaga kesegaran bahan baku sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
MBG juga menjadi motor ekonomi kerakyatan melalui kepastian pasar bagi UMKM dan dapur mitra, penyerapan produk lokal, serta penciptaan lapangan kerja baru di daerah.
Ia menekankan perlunya dukungan pemerintah berupa akses pembiayaan dan teknologi agar petani muda dapat bersaing secara optimal.
Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan 50 orang. Dengan 24 ribu unit, tenaga kerja langsung yang terserap mencapai sekitar 1,1 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved