Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
INDONESIA menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang belum menjadikan pengajaran bahasa Inggris sebagai bagian wajib dalam kurikulum sekolah dasar.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kepmendikbud) No. 262 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran, mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD bersifat pilihan. Artinya, pelajaran ini tidak wajib diajarkan di semua sekolah dasar, tetapi dapat diterapkan oleh sekolah yang telah siap menyelenggarakannya.
President Director Education First (EF) Kids & Teens Matthew Kenly menyampaikan pandangannya terkait kemampuan berbahasa Inggris pada anak-anak di Indonesia.
“Saya pikir saat ini yang menarik untuk Indonesia, jika melihat komunikasi atau setidaknya yang muncul dari pemerintahan ada fokus yang benar pada pendidikan. Itu sangat jelas, bahwa bahasa Inggris yang muncul pada 2027 akan berada di kurikulum nasional,” ungkapnya dalam Konferensi Pers acara Kompetisi Nasional Spelling Bee ke-17, di Jakarta, Minggu (19/1).
Ia menambahkan hal ini menunjukkan pemerintah mengambil jalan serius bahwa bahasa Inggris adalah suatu bahasa bisnis yang luas sebagai investasi anak-anak di Indonesia untuk berkembang secara global.
Orangtua memiliki peran dalam membangun kepercayaan diri anak untuk belajar dan menggunakan bahasa Inggris. Meskipun anak-anak hanya menghabiskan beberapa jam seminggu di sekolah, dukungan lingkungan belajar di rumah sangat menentukan keberhasilan mereka.
Direction of Operations EF Kids & Teens, Christopher Lloyd, menyarankan untuk menciptakan English Time di rumah, yaitu waktu khusus di mana keluarga menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.
“Komunikasi jadi sangat penting. Kadang-kadang menggunakan bahasa inggris yang sederhana untuk meningkatkan level kemampuannya,” tambahnya.
Dia menekankan bahwa salah satu aspek terpenting dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah paparan yang cukup (eksposur). Paparan ini tidak hanya belajar melalui buku, tetapi juga mencakup aktivitas seperti mendengar, menonton, dan mempraktikkan bahasa tersebut.
EF Kids & Teens kembali menghadirkan kompetisi nasional Spelling Bee yang fokus pada edukasi dengan mengasah kemampuan bahasa inggris pada anak.
Tidak hanya ajang adu kemampuan, tetapi sebagai dedikasi siswa dengan dukungan orangtua dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia.
Kompetensi ini diikuti anak-anak dari 36 kota di Indonesia yang telah dimulai sejak Oktober hingga Desember 2024. Kini telah mempertemukan 900 finalis dari empat kategori usia mulai dari siswa SD kelas 1 hingga SMP kelas 3.
Marketing Director EF Kids & Teens, Rhea Danaparamita menambahkan jika kompetisi ini memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan bahasa inggris sejak dini.
“Dukungan dari orangtua dan guru juga menjadi kunci sukses untuk anak-anak dapat diajarkan untuk memahami arti kemenangan dan kekalahan. Hal ini juga berhubungan dengan pengembangan keterampilan kognitif, termasuk kemampuan mengelola tekanan dalam kompetisi,” tutupnya. (Z-1)
Pelaku penembak gereja di Minneapolis dinyatakan terobsesi dengan gagasan membunuh anak-anak.
Masih tingginya kasus anemia akibat kekurangan zat besi pada anak Indonesia menjadi tantangan menuju Generasi Emas 2045.
Tayangan yang tepat memiliki nilai edukatif dan moral yang positif, sesuai dengan tahap perkembangan anak, dan menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
Tayangan televisi edukatif yang sesuai dengan usia anak serta didampingi orangtua dapat memperluas kosakata, menambah pengetahuan, hingga mengenalkan nilai moral serta sosial.
Rencana, program anak kedua Denny dan istrinya akan dilakukan di rumah sakit yang sama tempat istrinya melahirkan anak pertamanya.
Praktik hipnoterapi yang diimplementasikan secara tepat dapat menyembuhkan trauma yang disebabkan oleh perundungan dan meningkatkan prestasi anak di sekolah.
Tayangan televisi edukatif yang sesuai dengan usia anak serta didampingi orangtua dapat memperluas kosakata, menambah pengetahuan, hingga mengenalkan nilai moral serta sosial.
Guru membagikan enam kebiasaan penting yang bisa diterapkan orang tua dan siswa di bulan pertama sekolah.
Muklay menyampaikan bahwa seni sebaiknya dipahami sebagai ruang ekspresi, bukan sebagai sarana mencari keuntungan materi semata.
Upaya untuk membiasakan anak menerapkan pola makan sehat bisa mulai dilakukan pada masa pengenalan MPASI, ketika anak berusia sekitar enam bulan.
Makan bersama keluarga secara rutin penting untuk membangun kebiasaan makan sehat sekaligus mempererat ikatan keluarga.
Para orangtua disarankan menghindari penggunaan disinfektan dan antiseptik secara berlebihan di rumah dan fokus pada upaya kebersihan fungsional, bukan sterilisasi berlebihan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved