Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEGIAT konservasi dari lembaga Burung Indonesia Achmad Ridha Junaid mengatakan strategi mitigasi diperlukan untuk mengurangi risiko bird strike atau tabrakan antara pesawat dan burung yang diduga menyebabkan kecelakaan pesawat di Korea Selatan.
"Meskipun bird strike tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, strategi mitigasi yang sistematis dapat secara signifikan mengurangi risikonya. Pengelola bandara memainkan peran utama dalam mengelola lingkungan agar lebih aman bagi penerbangan dan tidak menarik bagi burung," ujar Achmad Ridha Junaid dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu (4/1)
Dia menjelaskan strategi utama mitigasi bird strike dapat dilakukan melalui manajemen habitat burung yang baik.
Idealnya, jelasnya, bandara tidak dibangun di lahan yang menjadi habitat burung dan jika memang telah dibangun maka area di dalam dan sekitar bandara dapat dikelola dengan cara mengurangi sumber penarik burung, seperti makanan, air, atau vegetasi tertentu.
Untuk mencegah datangnya burung, pengelola dapat menjaga kebersihan area bandara dan ketinggian rumput yang menjadi habitat utama burung di bandara.
"Selain itu, penggunaan alat pengusir burung juga diperlukan. Alat seperti suara predator, laser, atau burung pemangsa terlatih digunakan untuk menjauhkan burung dari area landasan pacu," kata Achmad.
Pendekatan itu perlu diperkuat, jelasnya, dengan pemantauan dan survei populasi burung secara berkala dan informasi pola aktivitas burung lokal digunakan untuk menentukan waktu dan lokasi risiko tertinggi. Diperlukan juga peran teknologi dengan radar dan sistem deteksi real time memungkinkan bandara mendeteksi keberadaan burung di area udara.
Kolaborasi dengan ahli biologi juga diperlukan untuk memahami perilaku spesifik spesies burung di sekitar bandara sehingga strategi mitigasi dapat disesuaikan.
Dia memberikan contoh kolaborasi antara pengelola Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Burung Indonesia dalam kajian risiko bird strike dengan mengidentifikasi blekok sawah (Ardeola speciosa) dan kuntul kerbau (Bubulcus ibis) sebagai dua spesies paling berisiko terhadap bird strike.
Manajemen habitat padang rumput dan semak dilakukan karena area tersebut menjadi daya tarik utama bagi kedua spesies tersebut.
Selain itu, maskapai disarankan bersikap proaktif menghadapi risiko satwa liar, seperti menunda lepas landas atau mendarat jika melihat burung di landasan pacu.
"Bird strike merupakan pengingat bahwa manusia dan burung berbagi ruang sama. Sebagai penghuni bumi, burung memiliki peran ekologis yang tidak tergantikan, termasuk dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, mitigasi bird strike tidak hanya soal keselamatan penerbangan, tetapi juga melibatkan upaya untuk memastikan kelestarian burung dan habitatnya," tuturnya.
Sebelumnya, kecelakaan pesawat Jeju Air di Korea Selatan terjadi pada 29 Desember 2024 menewaskan 179 orang dengan dugaan awal disebabkan oleh bird strike, yang membuat roda pendaratan gagal berfungsi dan mengakibatkan pesawat menabrak dinding beton bandara. (Ant/H-2)
Penelitian terbaru menunjukkan lubang besar di bagian atas tengkorak dinosaurus T. rex bagian dari sistem termoregulasi yang mirip dengan “pendingin udara” alam
Kombinasi bodi ramping dan otot yang kuat memungkinkan walet melakukan penerbangan jarak jauh tanpa kelelahan yang berarti.
Menurut Simply Birding, habitat utama Nyctyornis amictus meliputi hutan tropis primer dan sekunder di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Burung beo malam (night parrot), salah satu burung paling misterius di dunia, kembali mengejutkan para ilmuwan.
Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
Prosesi penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang telah diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) ini berlangsung penuh dengan gejolak emosi.
Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK THT di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup pada Jumat (23/1) malam.
Almarhum merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung
TIM DVI Biddokes Polda Sulsel berhasil mengungkapkan identitas jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yakni Esther Aprilita Sianipar, peramugari maskapai.
Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel mengidentifikasi korban kedua kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung sebagai Deden Maulana, pegawai KKP.
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved