Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAH melihat burung kecil yang sering bertengger di punggung badak atau hewan besar lain seperti kerbau dan kuda nil? Ini bukan kebetulan, tetapi bagian dari hubungan alami yang dikenal sebagai simbiosis mutualisme antara burung dan mamalia besar.
Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan. Ia memakan kutu, parasit, dan larva yang menempel di kulit punggung badak atau mamalia sejenis.
Sementara badak mendapat keuntungan karena tubuhnya dibersihkan dari parasit yang dapat menyebabkan iritasi atau infeksi.
Hubungan ini umumnya saling menguntungkan. Burung mendapatkan makanan yang mudah, sedangkan hewan besar merasa lebih nyaman karena jumlah kutu berkurang. Interaksi seperti ini merupakan contoh nyata dari mutualisme, di mana kedua spesies memperoleh manfaat dari keberadaan satu sama lain.
Selain manfaat langsung berupa pembersihan parasit, kehadiran burung di punggung badak juga memiliki peran tambahan sebagai semacam “sistem peringatan”. Burung sering kali peka terhadap bahaya, seperti predator atau kehadiran manusia, sehingga suara dan gerakannya bisa membantu badak dan hewan besar lainnya mendeteksi ancaman lebih awal.
Karena itu, kebiasaan burung kecil bertengger di punggung badak bukan hanya soal mencari tempat nyaman, tetapi bagian dari hubungan ekologis yang sudah terjalin lama. Hubungan ini membantu kedua spesies bertahan dan berfungsi dengan lebih baik dalam lingkungan liar mereka.
Sumber pengetahuan ini diambil dari penjelasan ilmiah tentang hubungan antara burung oxpecker dan mamalia besar di alam liar.
Sumber: iflscience.com
Menurut Simply Birding, habitat utama Nyctyornis amictus meliputi hutan tropis primer dan sekunder di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Burung beo malam (night parrot), salah satu burung paling misterius di dunia, kembali mengejutkan para ilmuwan.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
Hasil penelitian ini tampaknya mendukung teori yang diajukan pada tahun 1970-an, yaitu bahwa burung liar mungkin mengalami kesalahan navigasi sederhana.
Salah satu hal yang menarik adalah burung wiwik kelabu jarang terlihat, tetapi suaranya sering terdengar. Akibatnya, suaranya kerap dianggap tanda kematian.
Spesies baru yang digali di Kawah Haughton di Pulau Devon, Nunavut, diberi nama Epiatheracerium itjilik. Nama spesiesnya, "itjilik", berarti "beku" atau "embun beku"
Indonesia merupakan rumah bagi dua dari lima spesies badak di dunia, yaitu Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis).
MENYAMBUT Hari Badak Sedunia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung kembali menggelar Rhino Eco Run di KEK Tanjung Lesung-Banten.
GUBERNUR Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Banten, Andra Soni di Surabaya sebagai upaya bersinergi menguatkan perekonomian antar daerah.
KLHK bersama Polda Sumsel berhasil menangkap ZA (60) pelaku perdagangan ilegal cula badak dan pipa gading gajah di Kota Palembang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved