Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ini Alasan Burung Sering Bertengger di Atas Punggung Badak

Cornelius Juan Prawira
25/12/2025 23:10
Ini Alasan Burung Sering Bertengger di Atas Punggung Badak
Ilustrasi(Doc Scientific American)

PERNAH melihat burung kecil yang sering bertengger di punggung badak atau hewan besar lain seperti kerbau dan kuda nil? Ini bukan kebetulan, tetapi bagian dari hubungan alami yang dikenal sebagai simbiosis mutualisme antara burung dan mamalia besar.

Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan. Ia memakan kutu, parasit, dan larva yang menempel di kulit punggung badak atau mamalia sejenis.

Sementara badak mendapat keuntungan karena tubuhnya dibersihkan dari parasit yang dapat menyebabkan iritasi atau infeksi. 

Hubungan ini umumnya saling menguntungkan. Burung mendapatkan makanan yang mudah, sedangkan hewan besar merasa lebih nyaman karena jumlah kutu berkurang. Interaksi seperti ini merupakan contoh nyata dari mutualisme, di mana kedua spesies memperoleh manfaat dari keberadaan satu sama lain.

Selain manfaat langsung berupa pembersihan parasit, kehadiran burung di punggung badak juga memiliki peran tambahan sebagai semacam “sistem peringatan”. Burung sering kali peka terhadap bahaya, seperti predator atau kehadiran manusia, sehingga suara dan gerakannya bisa membantu badak dan hewan besar lainnya mendeteksi ancaman lebih awal.

Karena itu, kebiasaan burung kecil bertengger di punggung badak bukan hanya soal mencari tempat nyaman, tetapi bagian dari hubungan ekologis yang sudah terjalin lama. Hubungan ini membantu kedua spesies bertahan dan berfungsi dengan lebih baik dalam lingkungan liar mereka. 

Sumber pengetahuan ini diambil dari penjelasan ilmiah tentang hubungan antara burung oxpecker dan mamalia besar di alam liar.

Sumber: iflscience.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik