Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BURUNG walet kelapa (Aerodramus fuciphagus) bukan sekadar burung kecil biasa yang kerap terlihat melintas cepat di langit Asia Tenggara.
Di balik tubuhnya yang mungil—hanya berkisar 11 hingga 14 cm—tersimpan keajaiban evolusi yang menjadikannya salah satu penerbang paling efisien di dunia. Bagi para ilmuwan dan pengamat alam, burung ini adalah representasi sempurna dari adaptasi aerodinamis yang luar biasa.
Kunci utama ketangkasan walet terletak pada struktur sayapnya. Berbeda dengan burung pada umumnya, walet memiliki sayap yang panjang, sempit, dan meruncing menyerupai bentuk sabit.
Desain alami ini bukan tanpa alasan; bentuk tersebut berfungsi meminimalkan hambatan udara (drag) dan memaksimalkan gaya angkat secara efisien.
Efisiensi ini didukung oleh sistem mekanik tubuh yang tangguh. Otot dada yang kuat, terutama otot pectoralis, bertindak sebagai mesin utama yang menyuplai tenaga konstan untuk gerakan sayap yang cepat dan berulang.
Kombinasi bodi ramping dan otot yang kuat memungkinkan walet melakukan penerbangan jarak jauh tanpa kelelahan yang berarti.
Keunikan paling mencolok dari walet adalah ketergantungan mereka pada ruang udara. Mereka adalah pemburu serangga yang sangat efisien, menangkap mangsa kecil langsung di udara tanpa perlu menyentuh tanah. Bahkan untuk urusan minum, mereka hanya perlu menyambar air di permukaan sambil tetap terbang.
Daya tahan mereka semakin terbukti melalui studi pada kerabat dekatnya, common swift (Apus apus).
Penelitian dalam jurnal Current Biology mengungkapkan fakta mencengangkan: burung ini mampu tetap mengudara lebih dari 99% waktunya selama sepuluh bulan penuh.
Mereka hanya mendarat selama sekitar dua bulan dalam setahun, itu pun khusus untuk musim berkembang biak. Selebihnya, mereka menghabiskan hidup di angkasa, memicu pertanyaan besar bagi para peneliti mengenai bagaimana mereka tidur dan beristirahat tanpa pernah berpijak di bumi.
Memahami keunikan biologis walet kelapa bukan sekadar memuaskan rasa ingin tahu ilmiah. Struktur sayap yang memungkinkan mereka melakukan teknik gliding (meluncur tanpa mengepak) adalah contoh nyata efisiensi energi yang menjadi subjek penelitian evolusi dan fisiologi yang penting.
Di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara, pengetahuan mendalam mengenai adaptasi terbang ini menjadi fondasi penting bagi strategi pelestarian.
Dengan memahami gaya hidup mereka yang hampir sepenuhnya berada di udara, para ahli dapat merumuskan langkah konservasi yang lebih efektif untuk menjaga populasi spesies menakjubkan ini agar tetap lestari di habitat aslinya. (Z-1)
Sumber: PubMed; Wikipedia
Menurut Simply Birding, habitat utama Nyctyornis amictus meliputi hutan tropis primer dan sekunder di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Burung beo malam (night parrot), salah satu burung paling misterius di dunia, kembali mengejutkan para ilmuwan.
Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
Hasil penelitian ini tampaknya mendukung teori yang diajukan pada tahun 1970-an, yaitu bahwa burung liar mungkin mengalami kesalahan navigasi sederhana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved