Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Untuk Apa Lubang 'Pendingin Udara' yang Ada di Kepala Dinosaurus T. rex?

N Apuan Iskandar
31/1/2026 22:30
Untuk Apa Lubang 'Pendingin Udara' yang Ada di Kepala Dinosaurus T. rex?
Gambar graphic thermal dari tengkorak T. rex.(Dok. Brian Engh.)

PARA ilmuwan kini semakin memahami bagaimana dinosaurus Tyrannosaurus rex, salah satu predator terbesar yang pernah hidup di Bumi, mampu menjaga kepalanya tetap sejuk meskipun memiliki ukuran tubuh dan aktivitas yang sangat besar. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lubang besar di bagian atas tengkorak T. rex bukan sekadar struktur anatomi biasa, melainkan bagian dari sistem termoregulasi yang mirip dengan “pendingin udara” alami. 

Lubang-lubang ini dikenal dengan sebutan dorsotemporal fenestrae, yang merupakan dua rongga besar yang terletak di atap tengkorak T.rex

Selama lebih dari satu abad, para paleontolog mengira rongga tersebut diisi oleh otot yang membantu kekuatan rahang T. rex. Namun, susunan anatomi yang diamati para peneliti menunjukkan bahwa posisi dan permukaan tulang di sekitar lubang tersebut tidak sesuai dengan fungsi sebagai titik perlekatan otot. Sebaliknya, bukti kini menunjukkan bahwa lubang-lubang ini mengandung jaringan kaya pembuluh darah dan lemak. 

Untuk mengetahui fungsi sebenarnya dari struktur ini di tengkorak T.rex, tim peneliti yang dipimpin oleh ahli anatomi Casey Holliday dari University of Missouri melakukan studi komparatif pada alligator modern, kerabat hidup terdekat dari dinosaurus. 

Dengan menggunakan pencitraan termal pada alligator di St. Augustine Alligator Farm Zoological Park di Florida, para ilmuwan menemukan bahwa daerah lubang di tengkorak berubah suhu sepanjang hari. Ketika suhu lingkungan lebih rendah, area tersebut menunjukkan panas yang lebih tinggi, menandakan aliran darah yang membantu hewan menyerap panas untuk mengetahui fungsi lubang di tengkorak T.rex.

Sebaliknya pada suhu yang lebih tinggi, area tersebut tampak lebih dingin karena aliran darah mengurangi panas tubuh yang berlebih. Perilaku termoregulasi seperti ini  bentuk internal thermostat yang memungkinkan reptil besar menyesuaikan suhu tubuhnya dengan kondisi lingkungan sekitar. Sebab T. rex merupakan hewan besar dengan metabolisme tinggi, struktur semacam ini memungkinkan mereka untuk membuang panas berlebih dari otak dan tubuh serta mencegah overheating, terutama saat berburu atau bergerak aktif di iklim panas.

Para peneliti juga mencatat bahwa struktur serupa ditemukan pada reptil dan burung lain, menambah kekaguman atas cara evolusi menciptakan solusi termal yang efisien di berbagai kelompok hewan. Dengan pemahaman ini, gambaran kita tentang kehidupan T. rex.

T.rex tidak hanya sebatas predator raksasa, tetapi juga organisme yang memiliki adaptasi fisiologis kompleks untuk mempertahankan kestabilan suhu tubuh di lingkungan purba yang penuh tantangan.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya