Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Beda dengan Dinosaurus, Begini Cara Burung Bertahan Hidup dari Kepunahan

Cornelius Juan Prawira
24/12/2025 21:40
Beda dengan Dinosaurus, Begini Cara Burung Bertahan Hidup dari Kepunahan
Ilustrasi burung(freepik)

SEKITAR 66 juta tahun lalu, sebuah asteroid raksasa menghantam Bumi dan memicu kepunahan massal. Peristiwa ini mengakhiri era dinosaurus besar yang selama jutaan tahun mendominasi planet. Namun, satu kelompok dinosaurus justru berhasil bertahan hingga kini, yaitu burung.

Revolusi ke Burung

Sebelum kepunahan massal terjadi, sebagian dinosaurus kecil telah berevolusi menjadi bentuk awal burung. Mereka memiliki tubuh relatif kecil dan struktur tubuh yang lebih ringan. Ciri ini membuat mereka membutuhkan energi lebih sedikit dibanding dinosaurus berukuran besar.

Tumbukan asteroid menyebabkan kebakaran global dan debu tebal yang menutupi sinar Matahari selama bertahun-tahun. Tumbuhan mati, rantai makanan runtuh, dan banyak hewan kehilangan sumber makanan. Dinosaurus besar tidak mampu bertahan dalam kondisi ekstrem tersebut.

Fisik yang Mendukung

Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia. Fleksibilitas ini menjadi faktor penting dalam bertahan hidup saat ekosistem hancur.

Kemampuan terbang juga memberi burung peluang lebih besar untuk mencari tempat aman dan sumber makanan baru. Mereka dapat berpindah lokasi dengan cepat, berbeda dengan dinosaurus darat yang terjebak di lingkungan yang rusak.

Karena keunggulan inilah burung dianggap sebagai satu-satunya dinosaurus yang masih hidup hingga sekarang. Dinosaurus non-unggas tidak mampu beradaptasi dengan perubahan drastis pasca-asteroid dan akhirnya punah.

Kisah bertahannya burung menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi sering kali lebih menentukan kelangsungan hidup dibanding ukuran atau kekuatan semata.

Sumber: smithsonianmag.com, nhm.ac.uk



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik