Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penemuan spektakuler di situs La Buitrera, Provinsi Río Negro, Argentina, mengguncang dunia paleontologi. Ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesimen lengkap kedua dari Alnashetri cerropoliciensis, dinosaurus karnivora mungil yang ukurannya tak lebih besar dari seekor ayam.
Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini bukan sekadar menambah koleksi fosil. Fosil ini mematahkan hipotesis lama tentang "miniaturisasi" atau penyusutan bertahap pada garis keturunan dinosaurus alvarezsauroid.
Nama Alnashetri diambil dari bahasa Tehuelche yang berarti "kaki kurus". Sebuah sebutan yang sangat akurat untuk menggambarkan proporsi tubuhnya.
Meskipun secara silsilah ia berkerabat jauh dengan raksasa Tyrannosaurus rex dalam kelompok Coelurosauria, dinosaurus ini memiliki karakteristik yang sangat kontras dan unik.
Dengan tinggi kurang dari 40 sentimeter dan panjang total sekitar 70 sentimeter yang sebagian besarnya didominasi oleh ekor, hewan ini hanya berbobot sekitar satu kilogram, atau setara dengan ukuran ayam modern.
Secara fisik, Alnashetri dibekali dengan banyak gigi kecil dan mata besar yang memberikan kemampuan penglihatan serta pendengaran setajam burung hantu.
Berdasarkan posisi evolusionernya dalam pohon filogenetik, para ilmuwan meyakini tubuhnya tertutup bulu. Sekitar 95 juta tahun yang lalu, predator mungil ini lincah bergerak di lanskap gurun yang gersang, mengandalkan kecepatannya untuk berburu dan memangsa berbagai jenis vertebrata kecil.
Selama belasan tahun, para ilmuwan meyakini kelompok alvarezsauroid mengalami penyusutan ukuran tubuh secara bertahap (miniaturisasi) dari nenek moyang mereka yang sebesar burung unta di periode Jura.
Namun, Alnashetri membuktikan sebaliknya. Jorge Meso, ahli paleontologi dari National University of Río Negro, menjelaskan bahwa kehadiran dinosaurus kecil ini di Amerika Selatan pada masa yang sama dengan kerabat mereka yang lebih besar menunjukkan bahwa evolusi kelompok ini jauh lebih kompleks. Tidak ada tren penyusutan tunggal variasi ukuran tubuh dan bentuk lengan terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah.
Pada era 90-an, kelompok Alvarezsauridae sempat dikira sebagai burung yang tidak bisa terbang. Namun, penemuan Alnashetri mempertegas posisi mereka sebagai dinosaurus theropoda maniraptoran.
Salah satu keanehan kelompok ini adalah "disosiasi" antara ukuran tubuh dan lengan. Peter Makovicky dari University of Minnesota mencatat bahwa pada dinosaurus besar seperti T. rex, lengan menyusut karena kekuatan gigitan menjadi prioritas.
Namun pada Alnashetri, lengannya menyusut meski kepalanya ringan dan tubuhnya kecil sebuah anomali anatomi yang jarang terjadi.
Fosil yang ditemukan kali ini sangat istimewa karena kondisinya yang hampir lengkap. Para peneliti bahkan meyakini spesimen ini berjenis kelamin betina karena adanya deposit kalsium pada jaringan tulang, yang biasanya terbentuk saat dinosaurus akan bertelur.
"Dinosaurus ini adalah kunci untuk menjawab banyak pertanyaan ilmiah yang selama ini kekurangan bukti," ujar Makovicky. Dengan spesimen yang lengkap, para ilmuwan kini dapat melakukan rekonstruksi otot, analisis biomekanik cara berjalan, hingga studi saraf (paleoneurologi).
Penemuan ini membuktikan bahwa meskipun kecil, Alnashetri memiliki peran besar dalam memetakan ulang sejarah kehidupan di Bumi, menghubungkan titik-titik penyebaran spesies dari Asia hingga Amerika Selatan jutaan tahun silam.
(El Pais/Z-2)
Presiden Argentina Javier Milei umumkan aliansi strategis dengan AS di bawah Donald Trump sebagai kebijakan negara.
Ilmuwan menemukan telur dinosaurus karnivora berusia 70 juta tahun di Río Negro, Argentina. Kondisinya yang utuh dan morfologi mirip telur burung.
Partai La Libertad Avanza pimpinan Presiden Argentina Javier Milei menang dalam pemilu paruh waktu dengan 40,84% suara.
Presiden Argentina Javier Milei menghadapi ujian besar dua tahun setelah menjabat.
Telur berukuran mirip embrio burung unta itu diduga berasal dari genus Bonapartenykus—sejenis theropoda kecil pemakan daging yang hidup pada periode Kapur Akhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved