Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Penemuan Telur Dinosaurus Utuh di Argentina Ungkap Jejak Evolusi Menuju Burung

Muhammad Ghifari A
17/11/2025 11:00
Penemuan Telur Dinosaurus Utuh di Argentina Ungkap Jejak Evolusi Menuju Burung
Para peneliti berpikir bahwa fosil tersebut menyimpan sisa-sisa embrio. Jika akurat, hal ini akan menandai titik penting dalam paleontologi, yang berpotensi membantu ilmuwan memahami bagaimana dinosaurus berkembang dan tumbuh dewasa. Hal ini juga mungkin m(El Pais)

PARA ilmuwan menemukan telur dinosaurus dalam kondisi baik di wilayah terpencil Río Negro, Argentina. Telur ini diyakini milik spesies dinosaurus karnivora (theropoda) yang hidup di Patagonia hampir 70 juta tahun yang lalu, sesaat sebelum peristiwa kepunahan massal Kapur–Paleogen (K-Pg). 

Keunikan temuan ini tidak hanya terletak pada kelengkapannya, tetapi juga pada morfologinya yang menyerupai telur burung serta tekstur permukaannya. Hal ini menunjukkan adanya potensi jembatan evolusioner antara dinosaurus non-unggas dan burung modern.

Latar Belakang Penemuan di Patagonia

Penemuan sensasional ini merupakan bagian dari Ekspedisi Kapur I. Sebuah proyek kolaboratif yang dipimpin Dewan Riset Ilmiah dan Teknis Nasional Argentina (CONICET) dan Azara Foundation, didukung National Geographic Society. Wilayah Patagonia Argentina telah lama diakui sebagai reservoir fosil yang kaya, menjadikannya lokasi ideal untuk penelitian seperti ini.

Menurut ahli paleontologi lapangan Federico Agnolín dan teknisi Gonzalo Leonel Muñoz, telur tersebut ditemukan hampir utuh dalam sedimen berbutir halus. Sedimen ini diyakini telah melindungi telur dari erosi. Berbeda dari telur bulat yang umumnya terkait dengan sauropoda herbivora, spesimen ini memiliki bentuk memanjang yang menyerupai burung dan memiliki cangkang luar yang berornamen. Pelestarian yang utuh ini sangat jarang, terutama pada telur dinosaurus karnivora yang cenderung lebih tipis dan rapuh.

Petunjuk Evolusioner Menuju Burung Modern

Studi telah berulang kali menunjukkan bagaimana analisis mikrostruktural cangkang telur dinosaurus dapat mengungkapkan petunjuk penting mengenai evolusi reproduksi. Analisis menggunakan mikroskop elektron dapat menunjukkan pola orientasi kristal kalsit dan distribusi pori yang sangat mirip dengan yang ditemukan pada telur burung modern.

Kesamaan ini memperkuat teori theropoda tertentu mulai mengembangkan fitur reproduksi dan perilaku bersarang layaknya burung jauh lebih awal dari perkiraan. Para peneliti berharap, jika fitur serupa ditemukan pada spesimen Río Negro, hal itu dapat memberikan bukti langsung adanya transisi fisiologis bertahap dari dinosaurus non-unggas menuju burung.

Saat ini, pemeriksaan menggunakan pencitraan CT dan micro-CT sedang dilakukan untuk menentukan apakah telur tersebut mengandung embrio atau fragmen tulang. Jika jaringan embrio terdeteksi, para ilmuwan dapat mengetahui jenis perkembangan spesies tersebut, apakah precocial (anak menetas mandiri) atau altricial (anak memerlukan perawatan orang tua yang lama). Data ini akan sangat berharga untuk menyempurnakan model perilaku bersarang dinosaurus yang masih spekulatif.

Selain itu, posisi telur dalam lapisan sedimen memungkinkan para peneliti untuk merekonstruksi lingkungan Kapur Akhir secara mendetail. Fosil mamalia kecil, ular, dan tumbuhan berbunga yang ditemukan di dekatnya mengindikasikan ekosistem yang sangat beragam. 

Analisis isotop stabil juga sedang dilakukan untuk merekonstruksi kondisi lingkungan yang memungkinkan integritas fosil utuh ini, yang diduga terjadi karena peristiwa penguburan cepat akibat sedimentasi fluvial.

Kelangkaan dan Signifikansi Geografis

Telur dinosaurus karnivora sangat langka dalam catatan fosil karena beberapa faktor. Populasi karnivora yang lebih kecil berarti lebih sedikit situs bersarang. Selain itu, cangkang telur mereka yang lebih tipis membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan. Sebagian besar temuan telur theropoda hanya berasal dari Gurun Gobi di Asia dan beberapa lokasi di Amerika Utara.

Oleh karena itu, temuan di Argentina ini mengisi kekosongan geografis antara penemuan di Timur dan Barat, menyediakan data penting untuk studi perbandingan belahan bumi. Temuan ini menegaskan kembali posisi Patagonia sebagai salah satu arsip kehidupan Mesozoikum terlengkap di dunia.

Penemuan ini juga menjadi sorotan akan peran yang semakin besar dari institusi penelitian di Amerika Latin. Melalui siaran langsung pekerjaan penggalian, ekspedisi tersebut telah menginspirasi generasi ilmuwan baru di seluruh kawasan. Sebagaimana dicatat oleh Muñoz, kolaborasi ini memungkinkan ilmuwan Amerika Latin untuk menceritakan sejarah alam mereka sendiri.

Sesuai dengan undang-undang warisan nasional, fosil yang ditemukan akan dipelajari di Buenos Aires dan kemudian dikembalikan ke provinsi asalnya di Río Negro. Praktik ini menjamin bahwa penemuan tersebut akan terus bermanfaat bagi komunitas tempat fosil itu digali, memperkuat etika pengelolaan ilmiah. (Times Of Indian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik