Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM dingin merupakan ujian ketahanan fisik yang paling berat bagi alam liar. Bagi burung, tantangan utamanya adalah mempertahankan suhu tubuh tetap hangat, yaitu di kisaran 39°C hingga 43°C, pada saat suhu lingkungan merosot tajam.
Situasi ini diperparah dengan durasi siang hari yang sangat pendek untuk mencari makan, serta menghilangnya sumber energi utama seperti serangga atau tanaman hijau.
Namun, berkat proses evolusi yang panjang, burung telah mengembangkan berbagai adaptasi luar biasa untuk bertahan di tengah kondisi yang keras. Berikut adalah beberapa taktik musim dingin yang dilakukan oleh burung.
1. Mengenakan "Jaket" Bulu dan Menambah Lemak
Burung mengandalkan bulu halus (down) sebagai isolator alami yang memerangkap panas tubuh di dekat kulit. Saat suhu merosot, mereka akan mengembangkan bulu hingga berbentuk bulat guna menciptakan kantong udara tambahan untuk menjaga kehangatan.
Selain itu burung juga memperkuat ketahanan internal dengan meningkatkan konsumsi makanan di akhir musim gugur guna membangun cadangan lemak yang berfungsi sebagai bahan bakar metabolisme cadangan yang vital.
2. Menukar Panas di Kaki (Countercurrent Heat Exchange)
Melalui sistem pembuluh darah khusus, burung melakukan pertukaran panas di bagian kaki agar suhu inti tubuh tidak terbuang.
Darah hangat dari tubuh mendingin sebelum mencapai kaki, sementara darah dingin dari kaki menghangat sebelum kembali ke jantung, sehingga kaki tetap berfungsi tanpa membeku meski bersentuhan langsung dengan es.
3. Mengatur Suhu Tubuh
Untuk menghemat energi, beberapa spesies melakukan torpor atau menurunkan metabolisme dan suhu tubuhnya secara drastis dalam waktu singkat. Sebaliknya, burung lain memilih untuk menggigil dengan menggerakkan otot dada secara cepat guna menghasilkan panas internal tambahan saat cuaca berada di titik ekstrem.
4. Strategi Berkerumun (Huddling)
Banyak burung kecil memilih untuk tidur saling berhimpitan atau berkerumun di dahan pohon.
Perilaku ini memungkinkan mereka untuk saling berbagi panas tubuh satu sama lain dan meminimalkan area permukaan tubuh yang terpapar langsung oleh hembusan angin dingin.
5. Mencari dan Membuat Tempat Berlindung
Burung memanfaatkan lubang pohon atau membuat rongga khusus untuk berlindung dari badai. Spesies seperti Ruffed Grouse bahkan menyelam ke dalam timbunan salju yang empuk, memanfaatkan salju sebagai isolator suhu sekaligus tempat persembunyian yang aman dari incaran predator.
6. Manajemen Logistik Makanan (Caching)
Karena pakan sulit ditemukan, burung melakukan caching atau menyimpan ribuan biji-bijian di berbagai tempat rahasia dengan daya ingat yang luar biasa. Spesies besar seperti gagak juga sering mengikuti predator lain untuk mendapatkan sisa makanan dari bangkai sebagai sumber kalori instan.
7. Migrasi Altitudinal
Dibanding terbang ke benua lain, beberapa burung hanya melakukan migrasi jarak pendek dengan turun dari puncak gunung ke area lembah yang lebih rendah.
Di ketinggian yang lebih rendah, suhu cenderung lebih bersahabat dan akses terhadap sumber makanan jauh lebih terbuka dibandingkan area pegunungan yang tertutup salju. (The Science of Birds, Audubon, All About Birds/Z-1)
BMKG memperingatkan hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi melanda Sulawesi Utara hingga Jumat, dengan Bolmong Raya jadi wilayah paling rawan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
Angin puting beliung akibat cuaca ekstrem melanda dua desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan mengakibatkan kerusakan pada 27 rumah warga di Kecamatan Cikarang Pusat dan Cikarang Selatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, sedikitnya 10 rumah di dua kecamatan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
Fenomena yang rutin terjadi pada bulan Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan mencapai titik maksimal.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
Badai musim dingin terparah dalam empat tahun menyelimuti New York. Sementara itu, wilayah Midwest AS terancam tornado dan kondisi "whiteout" yang melumpuhkan jadwal penerbangan.
Penelitian dari Case Western Reserve University mengungkap katak pohon abu-abu bersiap menghadapi musim dingin berdasarkan panjang siang, bukan suhu.
Musim dingin di belahan bumi utara kini datang lebih lambat dan mencair lebih cepat. Perubahan ini berpotensi mengubah cara hutan boreal menyerap karbon dari udara.
La Nina adalah fase dingin dari El Nino-Osilasi Selatan (ENSO), suatu pola iklim alami berupa perubahan atmosfer dan suhu laut di Samudra Pasifik tropis.
Badai nor’easter semakin kuat akibat dampak polusi iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved