Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Begini Cara Burung Bertahan Hidup di Musim Dingin yang Ekstrem

Nadhira Izzati A
19/2/2026 11:23
Begini Cara Burung Bertahan Hidup di Musim Dingin yang Ekstrem
Ilustrasi(Freepik)

MUSIM dingin merupakan ujian ketahanan fisik yang paling berat bagi alam liar. Bagi burung, tantangan utamanya adalah mempertahankan suhu tubuh tetap hangat, yaitu di kisaran 39°C hingga 43°C, pada saat suhu lingkungan merosot tajam. 

Situasi ini diperparah dengan durasi siang hari yang sangat pendek untuk mencari makan, serta menghilangnya sumber energi utama seperti serangga atau tanaman hijau. 

Namun, berkat proses evolusi yang panjang, burung telah mengembangkan berbagai adaptasi luar biasa untuk bertahan di tengah kondisi yang keras. Berikut adalah beberapa taktik musim dingin yang dilakukan oleh burung.

1. Mengenakan "Jaket" Bulu dan Menambah Lemak

Burung mengandalkan bulu halus (down) sebagai isolator alami yang memerangkap panas tubuh di dekat kulit. Saat suhu merosot, mereka akan mengembangkan bulu hingga berbentuk bulat guna menciptakan kantong udara tambahan untuk menjaga kehangatan.

Selain itu burung juga memperkuat ketahanan internal dengan meningkatkan konsumsi makanan di akhir musim gugur guna membangun cadangan lemak yang berfungsi sebagai bahan bakar metabolisme cadangan yang vital.

2. Menukar Panas di Kaki (Countercurrent Heat Exchange)

Melalui sistem pembuluh darah khusus, burung melakukan pertukaran panas di bagian kaki agar suhu inti tubuh tidak terbuang. 

Darah hangat dari tubuh mendingin sebelum mencapai kaki, sementara darah dingin dari kaki menghangat sebelum kembali ke jantung, sehingga kaki tetap berfungsi tanpa membeku meski bersentuhan langsung dengan es.

3. Mengatur Suhu Tubuh

Untuk menghemat energi, beberapa spesies melakukan torpor atau menurunkan metabolisme dan suhu tubuhnya secara drastis dalam waktu singkat. Sebaliknya, burung lain memilih untuk menggigil dengan menggerakkan otot dada secara cepat guna menghasilkan panas internal tambahan saat cuaca berada di titik ekstrem.

4. Strategi Berkerumun (Huddling)

Banyak burung kecil memilih untuk tidur saling berhimpitan atau berkerumun di dahan pohon. 

Perilaku ini memungkinkan mereka untuk saling berbagi panas tubuh satu sama lain dan meminimalkan area permukaan tubuh yang terpapar langsung oleh hembusan angin dingin.

5. Mencari dan Membuat Tempat Berlindung

Burung memanfaatkan lubang pohon atau membuat rongga khusus untuk berlindung dari badai. Spesies seperti Ruffed Grouse bahkan menyelam ke dalam timbunan salju yang empuk, memanfaatkan salju sebagai isolator suhu sekaligus tempat persembunyian yang aman dari incaran predator.

6. Manajemen Logistik Makanan (Caching)

Karena pakan sulit ditemukan, burung melakukan caching atau menyimpan ribuan biji-bijian di berbagai tempat rahasia dengan daya ingat yang luar biasa. Spesies besar seperti gagak juga sering mengikuti predator lain untuk mendapatkan sisa makanan dari bangkai sebagai sumber kalori instan.

7. Migrasi Altitudinal

Dibanding terbang ke benua lain, beberapa burung hanya melakukan migrasi jarak pendek dengan turun dari puncak gunung ke area lembah yang lebih rendah. 

Di ketinggian yang lebih rendah, suhu cenderung lebih bersahabat dan akses terhadap sumber makanan jauh lebih terbuka dibandingkan area pegunungan yang tertutup salju. (The Science of Birds, Audubon, All About Birds/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya