Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAI nor’easter—badai musim dingin yang sering melumpuhkan Pantai Timur Amerika Serikat dengan hujan lebat, salju, dan banjir—ternyata semakin kuat akibat dampak polusi iklim. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Senin (15/7).
Nor’easter biasanya terbentuk antara September hingga April, dipicu pertemuan udara dingin dari Kutub Utara dengan udara hangat dan lembap dari Samudra Atlantik. Badai ini kerap menjadi ancaman serius bagi kota-kota padat penduduk di Pantai Timur.
Beberapa badai nor’easter paling parah bahkan dikenang dengan nama bak film bencana, seperti “Storm of the Century” pada Maret 1993. Peristiwa itu menewaskan lebih dari 200 orang dan menjatuhkan salju setinggi hampir 1,5 meter, atau “Snowmageddon” pada 2010 yang mematikan listrik ratusan ribu warga dan menewaskan 41 orang.
Michael Mann, ilmuwan iklim dari Universitas Pennsylvania yang terlibat dalam penelitian ini, menjelaskan badai nor’easter di masa depan mungkin akan lebih jarang terjadi. Pasalnya pemanasan Kutub Utara mengurangi perbedaan suhu yang menjadi “bahan bakar” badai. Namun, yang menjadi perhatian adalah intensitasnya meningkat.
Tim peneliti menganalisis 900 badai nor’easter yang terjadi antara 1940 dan 2025 menggunakan data historis dan algoritma pelacak siklon. Hasilnya menunjukkan:
“Ini logika fisika sederhana,” kata Mann. “Lautan dan udara yang lebih hangat meningkatkan penguapan dan menambah kelembapan atmosfer, sehingga badai membawa hujan dan salju yang jauh lebih intens.”
Peneliti menekankan badai nor’easter bisa menimbulkan kerusakan setara dengan badai tropis besar. Contohnya, badai “Ash Wednesday” tahun 1962 menyebabkan kerugian ekonomi setara puluhan miliar dolar AS saat ini.
Temuan ini juga mengindikasikan risiko banjir di banyak kota Pantai Timur mungkin selama ini diremehkan. “Nor’easter sering diabaikan, padahal dampaknya menambah risiko pesisir yang belum cukup diperhitungkan,” kata Mann.
Jennifer Francis, ilmuwan senior di Woodwell Climate Research Center, menambahkan temuan ini seharusnya menjadi peringatan keras. “Komunitas pesisir di Timur Laut AS harus lebih siap. Persiapan sebelum badai selalu lebih murah dibanding pemulihan setelah bencana,” ujarnya.
Judah Cohen, klimatolog dari MIT, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa hasil studi ini menunjukkan efek perubahan iklim bisa bersifat “kontra-intuitif.”
“Pemanasan global tidak berarti musim dingin akan selalu lebih ringan. Justru bisa ada periode cuaca ekstrem dengan salju lebih tebal dan suhu lebih dingin,” jelasnya.
Mann menambahkan meski musim salju mungkin lebih pendek di masa depan, badai yang muncul bisa lebih dahsyat dan mematikan. “Setiap badai mungkin membawa dampak yang lebih besar,” katanya. (CNN/Z-2)
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam hal mitigasi bencana yang tepat di tengah ancaman dampak perubahan iklim yang semakin besar.
MOMEN Global Climate Change Week 2025 (GCCW2025) yang berlangsung setiap akhir Oktober menjadi pengingat pentingnya kontribusi semua pihak untuk menekan laju perubahan iklim.
PERUBAHAN iklim memiliki dampak signifikan bagi manusia. Mulai dari ancaman cuaca ekstrem yang diikuti dengan bencana alam, kekeringan, hingga meningkatnya berbagai ancaman kesehatan.
Badai musim dingin terparah dalam empat tahun menyelimuti New York. Sementara itu, wilayah Midwest AS terancam tornado dan kondisi "whiteout" yang melumpuhkan jadwal penerbangan.
Penelitian dari Case Western Reserve University mengungkap katak pohon abu-abu bersiap menghadapi musim dingin berdasarkan panjang siang, bukan suhu.
Musim dingin di belahan bumi utara kini datang lebih lambat dan mencair lebih cepat. Perubahan ini berpotensi mengubah cara hutan boreal menyerap karbon dari udara.
La Nina adalah fase dingin dari El Nino-Osilasi Selatan (ENSO), suatu pola iklim alami berupa perubahan atmosfer dan suhu laut di Samudra Pasifik tropis.
CEO Buttonscarves Linda Anggrea, pernah berlibur ke Swiss di musim dingin. Linda membagikan beberapa item fesyen dan pakaian yang cocok untuk berlibur di negara yang sedang musim dingin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved