Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM Islam, rumah tangga bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sebuah institusi yang dibangun atas dasar cinta, kasih sayang, dan tanggung jawab. Pentingnya peran suami istri dalam Islam sangat besar, karena kedua belah pihak memiliki hak dan kewajiban yang saling melengkapi untuk menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis, penuh berkah, dan sesuai dengan syariat.
Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai hak dan kewajiban suami istri dalam Islam serta bagaimana mereka bisa bekerja sama untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan sesuai dengan tuntunan agama.
Islam sangat menekankan pentingnya peran suami istri dalam keluarga. Kedua belah pihak memiliki tanggung jawab yang jelas dalam menjalankan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah (damai, penuh cinta, dan kasih sayang).
Setiap individu dalam keluarga harus memahami dan menjalankan peran mereka sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Hadits.
Suami diberi tanggung jawab sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa (4:34), "Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita..."
Peran utama suami adalah memberikan nafkah, perlindungan, serta bimbingan agama kepada istri dan anak-anak. Suami juga harus berlaku adil, sabar, dan penuh kasih sayang dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
"Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka, perempuan-perempuan yang saleh adalah yang taat kepada Allah, menjaga diri ketika suami tidak ada, sebagaimana Allah menjaga mereka."
Istri di dalam Islam berfungsi sebagai pendamping yang mendukung suami dalam kehidupan rumah tangga. Islam mengajarkan bahwa suami dan istri saling melengkapi satu sama lain.
Istri memiliki kewajiban untuk menjaga rumah tangga, merawat anak-anak, dan membantu suami dalam menjalankan tugasnya.
Selain itu, istri juga bertanggung jawab untuk menjaga diri, kehormatan, dan menjadi sumber ketenangan emosional bagi suami.
Untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis, suami dan istri harus menjalankan hak dan kewajiban mereka dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
"Dan ibu-ibu menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada ibu-ibu dengan cara yang ma'ruf. Tidak ada kewajiban bagi seorang ibu untuk menyusui anaknya jika ia tidak ingin, dan tidak ada kewajiban bagi seorang ayah untuk memberi nafkah kecuali yang sesuai dengan kemampuan."
Suami wajib memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri dan anak-anak, mencakup kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, serta pendidikan dan kesehatan.
Sebagai pemimpin, suami bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga dan memastikan rumah tangga berjalan sesuai dengan syariat Islam.
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawabannya terhadap yang dipimpinnya. Seorang pemimpin adalah pemimpin bagi rakyatnya, dan seorang pria adalah pemimpin bagi keluarganya."
Suami harus mendidik istri dan anak-anak agar mereka dapat menjalankan perintah Allah dengan baik dan menjauhi larangan-Nya.
Suami harus berlaku adil dan tidak diskriminatif terhadap istri, memperlakukan istri dengan baik, penuh kasih sayang, dan sabar.
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Istri bertanggung jawab dalam mengelola rumah tangga, merawat anak-anak, dan menjaga keharmonisan keluarga.
Istri harus mendukung suami dalam berbagai aspek, baik itu dalam urusan rumah tangga, pendidikan anak, maupun pekerjaan yang dilakukan suami.
Istri harus menjaga dirinya, menjaga auratnya, dan menjaga nama baik keluarga.
"إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادْخُلِي مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ"
"Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatan, dan taat kepada suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki."
Istri juga memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan emosional kepada suami, menjadi tempat yang nyaman dan penuh kasih sayang.
Istri wajib taat kepada suami dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat Islam dan menghormati peran suami sebagai kepala keluarga.
Istri wajib menjaga kehormatan suami, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, dengan tidak membicarakan keburukan suami kepada orang lain.
"Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah yang taat kepada Allah, menjaga diri ketika suami tidak ada, sebagaimana Allah menjaga mereka..."
1. Mendapat Nafkah yang Cukup
Suami wajib memberi nafkah yang cukup dan layak sesuai dengan kemampuan, termasuk kebutuhan pokok dan lain-lain yang diperlukan istri.
"Dan ketahuilah bahwa Allah melihat apa yang kamu kerjakan."
Istri berhak untuk mendapatkan perlindungan fisik dan emosional dari suami serta perhatian yang penuh kasih sayang.
Istri berhak atas kehidupan yang seimbang, yang mencakup kebahagiaan, kedamaian, dan rasa aman dalam keluarga.
Untuk membangun rumah tangga yang harmonis, suami dan istri harus bekerja sama dengan saling menghormati dan memahami peran masing-masing. Berikut adalah beberapa cara untuk mencapai itu:
Komunikasi yang Terbuka dan Jujur Suami dan istri harus selalu menjaga komunikasi yang baik. Mereka perlu berbicara secara terbuka tentang harapan, masalah, dan perasaan masing-masing.
Berbagi Tugas dengan Adil Suami dan istri harus saling berbagi tugas rumah tangga dengan bijaksana. Suami tidak hanya bertanggung jawab memberikan nafkah, tetapi juga bisa membantu pekerjaan rumah, sementara istri juga berkontribusi dalam hal lainnya sesuai kemampuan.
Menghargai Peran dan Kontribusi Masing-Masing Suami dan istri harus saling menghargai peran dan kontribusi satu sama lain, baik dalam urusan rumah tangga, pendidikan anak, maupun di luar rumah.
Bersikap Sabar dan Penuh Kasih Sayang Kesabaran, kasih sayang, dan toleransi adalah kunci keharmonisan dalam rumah tangga. Setiap pasangan harus saling mendukung dalam menghadapi ujian hidup.
Berpegang pada Prinsip Syariat Islam Semua tindakan dalam rumah tangga harus didasarkan pada nilai-nilai Islam. Suami dan istri harus menjadikan Al-Qur'an dan Hadits sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam hal ibadah, interaksi sosial, maupun dalam pengambilan keputusan.
Pentingnya peran suami istri dalam Islam sangat besar dalam menciptakan rumah tangga yang harmonis dan sesuai dengan syariat.
Dengan memahami hak dan kewajiban masing-masing, suami dan istri dapat saling bekerja sama untuk mencapai kebahagiaan dan keberkahan dalam rumah tangga.
Dengan komunikasi yang baik, berbagi tugas, saling menghargai, dan berpegang pada syariat Islam, mereka dapat membangun rumah tangga yang penuh cinta, damai, dan sesuai dengan tuntunan agama. (Z-10)
panggilan untuk mempererat kembali ikatan emosional di dalam rumah tangga. Keluarga sakinah kunci kekokohan kehidupan nasional
Dari perspektif ilmu keluarga, Tepuk Sakinah berperan sebagai strategi edukatif yang menyenangkan sekaligus interaktif.
tarif tenaga listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) pada Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2025 tidak ada perubahan atau tetap
Lagu Tepuk Sakinah kini menjadi sorotan di berbagai platform media sosial. Kesederhanaannya justru menghadirkan daya tarik unik: calon pengantin melakukan tepukan berirama.
Selama berbulan-bulan, jagat perfilman Indonesia tak henti membicarakan satu judul: Norma. Film ini mengisahkan rumah tangga yang tampak harmonis, namun hancur lebur karena perselingkuhan.
Nama Acha Septriasa kembali mencuat ke publik, bukan karena karya terbarunya, melainkan kabar mengejutkan soal rumah tangganya
Keseimbangan antara karier ibu bekerja dan pengasuhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dukungan keluarga.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
RIANTI Cartwright memilih merayakan Natal 2025 dengan cara sederhana bersama keluarga di rumah.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal tahun ini sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga
Evaluasi kesehatan harus dilakukan lebih mendalam jika rencana liburan melibatkan orang tua atau lansia.
Zendaya habiskan waktu libur akhir tahun bersama keluarga Tom Holland di London.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved