Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA Tepuk Sakinah, yang kini viral di jagat maya, dinilai membawa dampak positif dalam membangun kesadaran publik tentang kesiapan pernikahan dan nilai-nilai rumah tangga.
Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Risda Rizkillah, SSi, MSi, menjelaskan bahwa dari perspektif ilmu keluarga, Tepuk Sakinah berperan sebagai strategi edukatif yang menyenangkan sekaligus interaktif.
"Bentuknya yang ringan dan mudah diingat membantu memperkuat memori. Ketika nilai-nilai inti terus diulang dan dihayati, calon pengantin atau pasangan dapat menjadikannya pegangan dan pengingat saat menghadapi konflik," ujar Risda.
Ia menilai, viralnya Tepuk Sakinah di media sosial akhirnya memunculkan diskusi publik yang sehat mengenai kesiapan menikah, nilai-nilai rumah tangga, serta kesadaran sosial bahwa menikah bukan sekadar tradisi atau formalitas.
MI/HO--Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Risda Rizkillah, SSi, MSiMenurutnya, kesadaran baru ini dapat menjadi pemicu perubahan sikap masyarakat terhadap makna pernikahan yang lebih mendalam. Namun demikian, Risda menegaskan bahwa menghafal pilar-pilar rumah tangga yang terkandung dalam Tepuk Sakinah saja tidak cukup.
"Pada dasarnya menghafal itu mudah, tetapi ketika menghadapi konflik nyata seperti tekanan ekonomi, perbedaan nilai, masalah keluarga besar, atau emosi yang tidak stabil, hafalan tidak lagi cukup. Diperlukan keterampilan komunikasi, kompromi, pengelolaan stres, keuangan, pengasuhan anak, dan dukungan sosial," jelas Risda.
Lebih lanjut, Risda menyampaikan bahwa Tepuk Sakinah berpotensi menekan angka perceraian apabila diterapkan sebagai bagian dari program pembinaan keluarga yang komprehensif.
Ia menilai adanya pembekalan nilai dan keterampilan praktis bagi calon pasangan sebelum menikah—seperti komunikasi efektif, pengelolaan keuangan, pembagian peran, serta kesiapan emosional dan sosial—penting dan utama untuk membangun keluarga.
"Setelah menikah, pasangan juga memerlukan dukungan berkelanjutan melalui pendampingan, mediasi, dan konseling bila muncul masalah. Masyarakat perlu menumbuhkan budaya saling menghargai, terbuka terhadap bantuan profesional, dan memiliki harapan realistis terhadap kehidupan pernikahan," ungkapnya.
Risda menambahkan, apabila Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan Tepuk Sakinah tidak diikuti dengan materi aplikatif dan dukungan lanjutan, maka dampaknya terhadap pembentukan keluarga sakinah akan terbatas.
Karena itu, menurutnya, pendekatan edukatif seperti Tepuk Sakinah perlu menjadi pintu masuk menuju penguatan keluarga Indonesia yang berdaya dan harmonis. (Z-1)
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15–24 tahun sebesar 32%.
Hingga saat ini, MK mengaku belum memiliki alasan kuat dan mendasar untuk mengubah pendirian hukumnya terkait aturan pernikahan di Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved