Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BEKERJA atau mengerjakan tugas dengan cara diporsir tentunya tidak baik untuk kesehatan. Terlebih lagi mengerjakannya menggunakan komputer atau laptop.
Terlalu lama menatap atau berada di depan layar komuter juga bisa berakibat fatal untuk kesehatan, bukan hanya mata saja tetapi hal lainnya pun bisa terjadi.
Terlalu lama di depan komputer dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Baca juga : Mengungkap Isu Bahaya BPA bagi Kesehatan, benarkah Belum Ada Bukti Ilmiah yang Kuat?
Menatap layar komputer terlalu lama dapat menyebabkan mata kering, kabur, mata tegang, dan sakit kepala. Kondisi ini sering disebut sebagai Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom penglihatan komputer. Mata bekerja lebih keras saat melihat layar karena pencahayaan yang buruk atau jarak yang tidak tepat antara mata dan layar.
Duduk dalam posisi yang tidak ergonomis selama berjam-jam bisa menyebabkan nyeri leher, nyeri punggung bagian bawah, dan bahu kaku. Postur tubuh yang buruk, seperti menunduk terus-menerus, memperparah kondisi ini. Selain itu, penggunaan kursi yang tidak mendukung punggung juga bisa meningkatkan risiko nyeri punggung.
Penggunaan keyboard dan mouse dalam jangka panjang tanpa istirahat dapat menyebabkan sindrom carpal tunnel. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit, mati rasa, atau kesemutan di pergelangan tangan dan jari karena tekanan pada saraf median.
Baca juga : 7 Bahaya Terlalu Sering Minum Kopi, Bisa Osteoporosis
Duduk di depan komputer terlalu lama, terutama untuk pekerjaan yang menuntut, dapat menyebabkan stres mental, kelelahan, dan gangguan tidur. Terlalu banyak waktu di depan layar juga bisa menyebabkan burnout karena kurangnya waktu untuk istirahat yang cukup.
Duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik dapat memperlambat metabolisme, yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan, peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan masalah tekanan darah.
Terlalu lama duduk di depan komputer membuat seseorang kurang bergerak. Kurangnya aktivitas fisik bisa berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk kelemahan otot dan gangguan sirkulasi darah.
Baca juga : Dampak Mikroplastik pada Kesehatan, Mengapa Kita Harus Peduli?
Paparan cahaya biru dari layar komputer, terutama di malam hari, dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yang penting untuk tidur. Ini dapat menyebabkan gangguan tidur, insomnia, dan masalah tidur lainnya.
Istirahat setiap 20-30 menit (aturan 20-20-20: lihat objek 20 kaki jauhnya selama 20 detik setiap 20 menit).
Pastikan postur tubuh yang benar dan gunakan kursi ergonomis.
Baca juga : Jangan Disepelekan, ini 11 Bahaya Sering Makan Gorengan
Gunakan filter cahaya biru pada layar komputer, terutama pada malam hari.
Lakukan stretching atau gerakan ringan secara berkala untuk mencegah kekakuan otot.
Memperhatikan kesehatan saat bekerja di depan komputer sangat penting untuk mencegah masalah jangka panjang. (Z-12)
Anton menyebutkan apabila gas air mata ini mengenai bagian mata bisa mengiritasi mata. Kondisi itu dapat menyebabkan mata perih, berair, dan membuat pandangan menjadi kabur.
Tindakan cepat dan tepat dapat membuat perbedaan signifikan dalam penanganan kecelakaan pada anak.
SAAT bayi tertidur tak jarang orangtua tidur di samping bayinya. Banyak orangtua yang memilih tidur bersama bayinya untuk memudahkan menyusui di malam hari.
MENGASUH bayi yang baru lahir memang menantang. Ada beberapa alat untuk meringankan pengasuhan bayi sehari-hari, seperti salah satunya baby bouncer.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperkirakan kasus (diabetes melitus) DM tipe 1 pada anak usia 12 hingga 18 tahun meningkat saat ini dengan kenaikan mencapai 70%.
Sebagian dari kita mungkin pernah membawa ponsel atau buku ke toilet, berharap memanfaatkan waktu untuk membaca artikel atau sekadar menggulir media sosial.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved