Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGKONSUMSI makanan yang mengandung banyak minyak tentu tidak baik unuk kesehatan tubuh. Salah satunya adalah sering makan gorengan.
Memang gorengan ini adalah makanan yang bisa kalian nikmati kapan pun dan di mana pun. Tetapi jika terlalu sering mengkonsumsinya akan berakibat bahaya terhadap kesehatan.
Bahkan, dampaknya bisa menimbulkan penyakit kronis. Dengan harganya yang cukup murah dan rasanya enak, gorengan ini bisa menjadi berbahaya untuk tubuh.
Baca juga : 8 Efek Samping Mengonsumsi Buah Alpukat Secara Berlebihan
Mungkin dampaknya tidak akan kalian rasakan langsung, namun bahaya tersebut akan menyerang sewaktu-waktu di kemudian hari.
Gorengan mengandung kalori yang sangat tinggi, terutama karena minyak yang terserap dalam makanan selama proses penggorengan.
Kalori yang berlebihan dari lemak jenuh dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak sehat dan obesitas, yang pada gilirannya meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Baca juga : Gorengan tidak Disarankan Jadi Sajian Buka Puasa
Gorengan biasanya mengandung lemak trans dan lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh.
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Lemak trans dan lemak jenuh dalam gorengan juga berkontribusi pada penumpukan plak di arteri (aterosklerosis).
Baca juga : Benua Asia Tertinggal dalam Upaya Kikis Lemak Trans dari Makanan
Hal itulah yang dapat mempersempit aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Konsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan dapat mengganggu fungsi insulin dan menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2.
Gorengan juga biasanya mengandung indeks glikemik tinggi, yang bisa memicu lonjakan gula darah.
Baca juga : Konsumsi Serat Cegah Obesitas dan Turunkan Risiko Diabetes
Gorengan sering kali sulit dicerna oleh sistem pencernaan karena kandungan lemaknya yang tinggi.
Ini dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan seperti perut kembung, mulas, dan sembelit. Selain itu, minyak yang digunakan untuk menggoreng bisa mengiritasi lambung.
Ketika makanan digoreng pada suhu tinggi, dapat terbentuk senyawa berbahaya seperti akrilamida, yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
Akrilamida terbentuk terutama pada makanan yang kaya karbohidrat seperti kentang goreng.
Minyak yang dipanaskan berulang kali untuk menggoreng dapat menghasilkan radikal bebas, yang merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh.
Paparan radikal bebas berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berkontribusi pada penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
Proses penggorengan dapat merusak vitamin dan mineral dalam makanan, seperti vitamin A dan E, yang sensitif terhadap panas.
Dengan demikian, nilai gizi dari makanan yang digoreng menjadi lebih rendah dibandingkan dengan metode memasak lainnya seperti mengukus atau memanggang.
Gorengan yang renyah dan gurih dapat memicu ketergantungan dan membuat orang cenderung makan berlebihan.
Ini bisa menyebabkan asupan kalori yang berlebihan dan peningkatan risiko obesitas dan penyakit terkait lainnya.
Gorengan sering kali mengandung banyak garam untuk meningkatkan rasa. Konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang dikenal sebagai hipertensi.
Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke.
Konsumsi gorengan yang tinggi lemak bisa memperburuk kondisi kulit seperti jerawat dan kulit berminyak.
Lemak berlebih dapat menyebabkan produksi sebum yang berlebihan, yang menyumbat pori-pori dan menyebabkan peradangan kulit.
Maka dari itu, membatasi konsumsi gorengan dan memilih metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang, mengukus, atau merebus sangat disarankan untuk menjaga kesehatan jangka panjang. (Z-12)
Anton menyebutkan apabila gas air mata ini mengenai bagian mata bisa mengiritasi mata. Kondisi itu dapat menyebabkan mata perih, berair, dan membuat pandangan menjadi kabur.
Tindakan cepat dan tepat dapat membuat perbedaan signifikan dalam penanganan kecelakaan pada anak.
SAAT bayi tertidur tak jarang orangtua tidur di samping bayinya. Banyak orangtua yang memilih tidur bersama bayinya untuk memudahkan menyusui di malam hari.
MENGASUH bayi yang baru lahir memang menantang. Ada beberapa alat untuk meringankan pengasuhan bayi sehari-hari, seperti salah satunya baby bouncer.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperkirakan kasus (diabetes melitus) DM tipe 1 pada anak usia 12 hingga 18 tahun meningkat saat ini dengan kenaikan mencapai 70%.
Sebagian dari kita mungkin pernah membawa ponsel atau buku ke toilet, berharap memanfaatkan waktu untuk membaca artikel atau sekadar menggulir media sosial.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Meski ibu hamil sering merasa lapar atau mengalami ngidam, pola makan tetap harus dijaga agar tidak berlebihan dan tetap seimbang.
Berbaring setelah makan membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan, menyebabkan perih, panas di dada, dan mulut pahit.
Proses makan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya, karena tubuh membutuhkan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin
Lemak viseral atau yang biasa disebut obesitas sentral bersifat lebih jahat dibandingkan lemak di bawah kulit karena bisa menimbulkan penyakit tambahan seperti diabetes.
Makan bersama keluarga secara rutin penting untuk membangun kebiasaan makan sehat sekaligus mempererat ikatan keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved