Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu Ririen Razika Ramdhani mengatakan ada beberapa gejala yang harus diwaspadai terkait dengan kanker paru dan memerlukan deteksi dini.
Gejala bisa dirasakan jika tumor sudah mengenai selaput paru, yang pertama adalah batuk-batuk dan sesak napas yang tidak bisa diidentifikasi sebagai penyebab penyakit lain.
"Hal ini akibat terjadinya tumor ke dalam saluran napas. Apabila ukuran tumor menjadi cukup besar atau terjadi pengumpulan cairan dalam
rongga dada, berdampak penyebaran tumor ke tempat-tempat atau bagian-bagian yang lain dalam paru, maka seorang pasien akan mengalami kondisi sesak napas," kata Ririen, dikutip Minggu (18/8).
Baca juga : Tatalaksana Kanker Paru Harus Dilakukan untuk Perbaiki Kualitas Hidup
Selain batuk dan sesak napas, kanker paru juga bisa diidentifikasi jika seseorang mengalami batuk darah.
Hal itu terjadi karena tumor sudah ada di daerah napas yang sentral atau di tengah paru, sehingga membentuk suatu rongga yang bisa melukai pembuluh darah di dalam paru.
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan gejala lain yang cukup sering dikeluhkan pasien adalah nyeri dada karena tumor sudah menekan saraf dan pembuluh darah.
Baca juga : Mengenal Gejala Awal Kanker Paru, Mengapa Deteksi Dini Itu Vital?
"Yang penting juga harus kita waspadai apabila terjadi bengkak di wajah dan lengan yang bisa diakibatkan tumor yang semakin besar yang
menekan pembuluh darah," ujar Ririen.
Ririen mengatakan, di Indonesia, kebanyakan pasien sudah datang dengan kondisi tumor yang parah dan stadium lanjut, sehingga penatalaksanaannya lebih sulit dibandingkan jika sudah terdiagnosis sejak awal
Ia juga mengatakan data dari Rumah Sakit yang menangani kanker paru dan toraks menyebut 92% kanker paru dialami pada usia antara 40 hingga 60 tahun dengan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki.
Baca juga : Ini Gejala Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai
Deteksi dini dan skrining diperlukan untuk menegakkan gejala kanker paru dengan melakukan deteksi secara mandiri dan mengontrol risiko yang dapat dicegah seperti menghindari rokok, pajanan polusi, dan menghindari pekerjaan yang berisiko seperti pajanan asbes.
"Kita berupaya menurunkan angka kasus baru dari kanker paru dengan melakukan upaya-upaya pencegahan dengan memperhatikan faktor-faktor risiko, utamanya faktor resiko yang dapat dikontrol maka kita berupaya untuk bisa menurunkan angka kasus baru kanker paru," ungkap Ririen.
Bagi seseorang yang sudah terpajan atau terpapar oleh hal yang menjadi faktor risiko, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan harapan hidup dengan melakukan program screening dan program detecting dengan pemeriksaan lanjutan seperti Low Dose CT Scan. (Ant/Z-1)
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Udara yang kita hirup setiap hari ternyata menyimpan ancaman nyata kanker paru bagi mereka yang bahkan tidak pernah menyentuh rokok seumur hidupnya.
Bagaimana partikel yang 30 kali lebih kecil dari sehelai rambut bisa memicu operasi besar di rumah sakit seperti kanker paru? Inilah perjalanan PM2,5 di dalam tubuh manusia.
Kenali imunoterapi sebagai solusi pengobatan kanker paru bagi usia produktif (30-50 tahun). Tingkatkan harapan hidup tanpa mengganggu aktivitas harian.
Selama dua dekade terakhir, pengobatan kanker paru telah bergeser dari pendekatan yang didominasi oleh kemoterapi menuju perawatan yang sangat terpersonalisasi.
Kasus kanker paru di Indonesia muncul 10 tahun lebih dini dibanding global. Perempuan nonperokok kini jadi kelompok berisiko tinggi akibat polusi dan genetik.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
Integrasi PET dan CT menghasilkan citra fusi komprehensif yang secara bersamaan mampu menampilkan fungsi sebagai hasil dari teknologi PET dan struktur sebagai hasil dari teknologi CT.
Kampanye ini bertajuk SWICC Stronger Together Journey dengan tema “Stronger in Awareness, Together in Detection”.
Pentingnya pemeriksaan diagnostik dalam mendukung upaya deteksi dini, khususnya pada penyakit jantung dan pembuluh darah.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved