Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis paru Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu Sri Dhuny Atas Asri mengatakan tatalaksana kanker paru merupakan tindakan yang harus dilakukan mulai dari pencegahan sampai mempersiapkan kualitas hidup yang lebih baik hingga masa akhir hidup.
Dalam webinar, Rabu (14/8), Dhuny mengatakan ada beberapa modalitas yang bisa diterapkan sebagai tatalaksana kanker paru sesuai dengan jenis dan tingkat penyebaran kanker.
"Kanker paru dapat diobati. Dokter akan menentukan yang paling sesuai tergantung jenis dan penyebarannya, ada pembedahan, kedua kemoterapi, ketiga radioterapi atau terapi radiasi, keempat terapi target, dan kelima imunoterapi," kata Dhuny.
Baca juga : Belajar dari Perjuangan Kiki Fatmala Melawan Kanker: Pentingnya Hidup Sehat
Pembedahan dilakukan jika tumor atau kanker masih dalam stadium awal mulai dari stadium 1 dan maksimal stadium 3.
Metodenya, tumor akan diambil bersama dengan sedikit jaringan sehat di sekitarnya untuk mencegah bibit tumor menyebar ke organ lain.
Modalitas ini bisa dilakukan dengan mengangkat sebagian segmen kecil di lobus paru jika tumor masih ada di satu sisi paru, atau mengangkat salah satu paru yang disebut pnemoniktomi yang sudah dicurigai menyebar.
Baca juga : Deteksi Dini Turunkan Beban Pembiayaan Kesehatan akibat Kanker
Modalitas selanjutnya adalah kemoterapi berupa intravena, yaitu terapi dengan infus intravena untuk merusak sel kanker yang ganas dan menghambat pertumbuhan sel kanker.
"Ini bisa dilakukan setelah, sebelum atau tanpa pembedahan kalau sudah stadium lanjut. Kemoterapi sebelum pembedahan untuk mengecilkan sel kanker, setelah kecil dilakukan pembedahan agar nanti lebih mudah diangkat," jelas Dhuny.
Kemoterapi intravena juga bisa mengurangi gejala kanker yang dikeluhkan pasien seperti sesak, dan rasa nyeri, namun memiliki efek samping yang lumayan berat.
Baca juga : Ada Pilihan Lain Bagi Pasien Kanker Paru Selain Kemoterapi
Kemoterapi intravena bisa dilakukan lengkap 6 siklus dengan satu siklus dilakukan selama 3 minggu, namun jika pasien memiliki kondisi
tubuh yang lemah bisa kurang dari enam siklus.
Selain infus, kemoterapi juga bisa dilakukan dengan terapi target dengan obat minum yang menargetkan protein yang mendorong pertumbuhan sel kanker.
Meskipun lebih diminati pasien karena minim rasa sakit, namun tidak semua pasien cocok dan perlu dilihat dari jenis kankernya.
Baca juga : Diagnosa Tepat Penting dalam Penanganan Kanker Paru
Radiasi atau radioterapi jadi modalitas lainnya yang tidak menimbulkan rasa sakit pada pasien namun dengan kondisi yang tidak baik seperti berat badan turun dan sesak.
"Terapi radiasi bisa kuratif bila kondisi pasien dalam keadaan baik, contohnya kemoterapi stadium 3A tumor mengecil lalu dioperasi, kalau
paliatif tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup karena kondisi pasien kurang bagus," katanya.
Modalitas terbaru yang sedang terus dikembangkan adalah imuniterapi, dengan meningkatkan imun tubuh agar bisa mengenali dan melawan sel kanker.
Imunoterapi bisa dikombinasikan dengan kemoterapi dan jadi alternatif bila kanker tidak mengecil dengan pengobatan lain.
Dhuny mengatakan terapi ini memiliki efek samping yang minim karena memanfaatkan imun tubuh yang bekerja.
"Penelitian menunjukkan imunoterapi pada pasien yang belum kena terapi apapun bisa menghasilkan hasil akhir masa hidup lebih panjang dan
bebas penyakit lebih lama dibanding jika hanya kemoterapi saja, jadi salah satu modalitas yang menjanjikan dan masih terus diteliti di seluruh dunia," katanya.
Dengan banyaknya pilihan terapi kanker paru diharapkan dapat memberikan harapan hidup lebih berkualitas dan menurunkan angka kanker paru di Indonesia. (Ant/Z-1)
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Udara yang kita hirup setiap hari ternyata menyimpan ancaman nyata kanker paru bagi mereka yang bahkan tidak pernah menyentuh rokok seumur hidupnya.
Bagaimana partikel yang 30 kali lebih kecil dari sehelai rambut bisa memicu operasi besar di rumah sakit seperti kanker paru? Inilah perjalanan PM2,5 di dalam tubuh manusia.
Kenali imunoterapi sebagai solusi pengobatan kanker paru bagi usia produktif (30-50 tahun). Tingkatkan harapan hidup tanpa mengganggu aktivitas harian.
Selama dua dekade terakhir, pengobatan kanker paru telah bergeser dari pendekatan yang didominasi oleh kemoterapi menuju perawatan yang sangat terpersonalisasi.
Kasus kanker paru di Indonesia muncul 10 tahun lebih dini dibanding global. Perempuan nonperokok kini jadi kelompok berisiko tinggi akibat polusi dan genetik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved