Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ARTIS Indonesia, Kiki Fatmala, telah berpulang setelah membagikan pengalaman perjuangannya melawan kanker paru-paru stadium 4. Pada 2021, Kiki Fatmala menyadari ia mengidap penyakit mematikan itu, menjadikannya salah satu selebriti yang terkena dampak kanker yang mematikan.
Perjalanan tragis ini terkuak ketika Fatmala berbagi cerita tentang awal mula penemuan kankernya. Dokter yang memeriksanya menyampaikan kabar yang mengguncangkan, menyatakan bahwa kanker paru-paru yang dihadapi Fatmala sudah mencapai stadium 4. Kabar ini tentu saja mengguncangkan istri Christopher itu dan tantangan berat pun dihadapinya.
Kanker, yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, memiliki berbagai faktor pemicu, seperti pola hidup yang tidak sehat dan faktor genetik. Kiki Fatmala sendiri menjadi bukti bahwa kanker bisa menyerang siapa pun, tanpa memandang usia atau kecantikan.
Baca juga: Ini Deretan Film Kiki Fatmala
1. Kanker Familial
Kanker ini disebabkan oleh interaksi faktor gen dan lingkungan, meskipun tidak mengikuti pola keturunan kanker.
2. Kanker Sporadis
Sekitar 60% kanker timbul dengan cara ini, tanpa memiliki riwayat keturunan yang terkena kanker. Faktor lingkungan seperti peradangan kronis, obesitas, dan pola makan buruk dapat menjadi pemicu.
3. Kanker Keturunan
Kanker ini timbul akibat perubahan gen tunggal, mempengaruhi sekitar lima sampai sepuluh persen kasus kanker. Misalnya, kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker ovarium dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Baca juga: Kiki Fatmala Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun
Meskipun kanker mematikan, langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk mengurangi risiko, baik melalui faktor genetik maupun interaksi dengan lingkungan.
Fatmala memberikan peringatan penting kepada masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mengurangi risiko tumbuhnya kanker.
1. Jauhi Alkohol dan Rokok
Merokok dan mengonsumsi alkohol dapat menjadi pemicu kanker paru-paru. Kebiasaan ini harus dihindari untuk meminimalkan risiko.
2. Jaga Pola Tidur dan Istirahat
Istirahat yang cukup, minimal tujuh jam sehari, dapat membantu tubuh melawan penyakit dan menjaga kesehatan mental.
3. Konsumsi Makanan Sehat
Gaya hidup sehat melalui makanan bergizi, hindari makanan tidak sehat, dapat membantu melawan radikal bebas penyebab kanker.
4. Jaga Keseimbangan Berat Badan
Menjaga berat badan sesuai dengan usia dan tinggi badan dapat mencegah risiko kanker yang berhubungan dengan obesitas.
5. Olahraga yang Teratur
Aktivitas fisik yang teratur membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, mengurangi risiko terkena berbagai penyakit, termasuk kanker.
Keberadaan Kiki Fatmala semasa hidupnya memberikan padangan keberanian dan ketulusannya dalam membagikan perjalanan sulitnya melawan kanker, sambil memberikan pesan penting tentang pentingnya hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
Semoga perjuangan dan kesadaran ini dapat menginspirasi banyak orang untuk merubah pola hidup menuju kehidupan yang lebih sehat. (Z-1)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved