Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersinergi dengan pemerintah daerah dan perusahaan swasta melaksanakan pendidikan pertolongan pertama dalam kecelakaan bagi sekitar 50.000 siswa sekolah dasar di lima provinsi melalui Program Anak Siaga Tanggap Rawat Luka.
"Pemahaman anak terkait siaga tanggap rawat luka sebagai bagian dari pendidikan kegawatdaruratan harus sudah dimulai sejak dini," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI M Adib Khumaidi di peluncuran Program Anak Siaga Tanggap Rawat Luka di Jakarta Selatan, Kamis (11/7).
"Sehingga, anak-anak SD sampai nanti kemudian dia menjadi hidup di tengah-tengah masyarakat sudah memahami hal-hal yang terkait dengan emergency, salah satunya perawatan terhadap luka yang memang mungkin terjadi dalam setiap aktivitas mereka, baik itu di lingkungan masyarakat, di sekolah, maupun di tempat-tempat lain,"lanjutnya.
Baca juga : Jangan Sampai Gaji Dokter Asing Lebih Tinggi dari Lokal
Adib mengatakan pendidikan mengenai perawatan luka sangat penting bagi siswa sekolah dasar, karena anak usia lima sampai 14 tahun umumnya sedang mengembangkan aktivitas motorik kasar dan berisiko tinggi mengalami insiden yang mengakibatkan cedera dan luka.
"Tingginya aktivitas fisik dan rasa ingin tahu yang besar pada anak-anak sering kali menjadi faktor penyebab utama terjadinya cedera dan luka," kata dia.
IDI bekerja sama dengan Hansaplast dalam melaksanakan program pendidikan pertolongan pertama karena jenama tersebut sejak 2015 telah melakukan program edukasi serupa bagi 2.185 guru, 81.470 orangtua, dan 101.028 murid sekolah dasar.
Baca juga : Ini Dampak Buruk Alergi Susu pada Anak
Pengurus Besar IDI juga melaksanakan program edukasi kesehatan sejak dini melalui Program Dokter Cilik Award sejak 2009.
Program Anak Siaga Tanggap Rawat Luka dilaksanakan di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Kalimantan Timur.
Pendidikan pertolongan pertama pada kecelakaan dalam Program Anak Siaga Tanggap Rawat Luka mencakup penjelasan mengenai penanganan luka.
"Edukasi ini diberikan kepada anak-anak agar pemahamannya melekat di otak mereka sampai tua, bahwa merawat luka yang benar yaitu dengan membersihkan, melindungi agar terhindar dari infeksi, kemudian sembuhkan," kata Sekretaris Jenderal PB IDI Ulul Albab. (Ant/Z-1)
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Luka yang sulit sembuh pada pasien dengan gula darah tinggi disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor.
Proses pemulihan dan penyembuhan luka pasca-cedera, operasi, atau sakit ternyata sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang memadai, terutama protein.
Luka menyebabkan terbukanya permukaan kulit sehingga jaringan di bawahnya terekspos dan bisa menimbulkan nyeri, perdarahan, serta risiko infeksi.
luka tidak bisa disembuhkan dengan air liur atau oli
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Salah satu indikator utama seorang anak telah mencapai tahap adiksi adalah kehilangan kontrol diri yang akut.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved