Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) Ustazd Dr. Haris Muslim bersyukur seluruh rangkaian ibadah haji 1445 H rampung dilaksanakan. Dia melihat tidak banyak ekses dan kendala yang terjadi.
"Saya atas nama pribadi dan nama Jamiyyah Persatuan Islam (Persis) mengapresiasi kinerja Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H di bawah komando Kementerian Agama Republik Indonesia,” kata Haris kepada Media Center Haji ketika ditemui di Madinah, Sabtu (22/6).
Menurut Haris, mengurus ratusan ribu jemaah adalah hal yang tidak mudah sehingga wajar jika masih ada beberapa catatan. Tetapi, lanjutnya, catatan tersebut tidak mengurangi nilai positif kerja keras yang sudah dilakukan seluruh panitia.
Baca juga : 23 Ribu Jemaah Haji Berada di Madinah, Petugas Antisipasi Jemaah Tersasar
Bagi Haris, yang juga berpengalaman dalam perhajian, permasalahan dalam pengurusan ibadah haji selalu ada. Setiap tahun muncul permasalahan baru. "Tinggal bagaimana kita menyikapi catatan tersebut. Dan catatan tersebut bisa dijadikan bahan evaluasi ke depannya,” tambah dia.
Ia juga meminta kepada pihak panitia agar memberikan klarifikasi terkait beberapa persoalan yang viral di media sosial. Karena bagaimanapun, ujar Ustaz Haris, informasi itu harus seimbang. Hal ini untuk memberikan dampak positif dan masyarakat juga harus tahu permasalahan apa yang terjadi sebenarnya.
Ibadah haji pada tahun ini dilaksanakan di tengah cuaca panas yang sangat ekstrem. Namun, dari data yang ia terima, tahun ini jemaah yang sakit dan meninggal angkanya lebih landai. Tidak seperti tahun lalu. "Artinya, ini adalah satu poin bahwa penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini bisa dikatakan sukses,” tegas Haris.
Baca juga : Fase Mina Berakhir, 73,75 Persen Jemaah Lakukan Nafar Awal
Haris berharap ke depan, kerja sama semua pihak dapat menjadi satu harmoni atau kekuatan yang menjadikan pelayanan ibadah haji jauh lebih baik lagi. Semua pihak saling membantu, bahu membahu, saling mengambil peran, dan saling meringankan. "Bukan mengedepankan ego masing-masing,” ujarnya.
Haris yang juga pernah menjadi anggota PPIH Arab Saudi menyampaikan, peran dan fungsi petugas dalam melayani dan membantu jemaah haji sangat diperlukan. Cuma, ia kembali memberikan catatan.
"PPIH harus lebih efektif dan efisien. Kerjanya optimal, personelnya sesuai dengan kebutuhan. Dan yang dikirim betul-betul orang yang sangat kredibel dalam bidangnya yang paham akan tugasnya masing-masing,” paparnya.
Baca juga : 400-an Petugas Haji Orientasi Pemetaan Wilayah Mina
Persis juga mengapresiasi langkah gencar pemerintah Arab Saudi melakukan pemeriksaan di beberapa checkpoint masuk kota Makkah seiring pengetatan visa haji. Siapa pun yang hendak berangkat ibadah haji harus dengan visa resmi haji yang dikeluarkan oleh pihak Kerajaan Arab Saudi.
Namun Ustadz Haris yang pada haji 1445 H ini menjadi pembimbing haji khusus, menilai, haji ilegal atau haji non kuota reguler pada tahun ini masih ada. Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak dan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Kemenag. Dia berharap, tahun depan tidak ada lagi haji ilegal atau haji non kuota reguler.
"Saya memiliki ekspektasi dan harapan yang sangat besar, penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang harus jauh lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” tandasnya. (Z-8)
Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menilai persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) masih berada di jalur yang tepat.
Kiat aman menunda haid dengan obat hormon bagi calon jamaah haji perempuan agar ibadah lancar, sesuai anjuran dokter spesialis.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan adanya peningkatan layanan bagi jemaah haji di khususnya saat layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada pelaksanaan haji 2026.
MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan yang disajikan untuk peserta diklat calon Petugas Haji 2026.
CALON Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama bagi jamaah yang mengalami kondisi darurat, Senin (12/1).
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan calon petugas haji harus fokus melayani jemaah, bukan pejabat
Petugas haji merupakan representasi negara yang diberi amanah untuk melayani jemaah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved