Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Hadapi Titik Kritis Armuzna, Petugas Haji Dilatih Simulasi Pergerakan Jemaah

Akmal Fauzi
23/1/2026 23:14
Hadapi Titik Kritis Armuzna, Petugas Haji Dilatih Simulasi Pergerakan Jemaah
Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengikuti simulasi dengan metode Tactical Floor Game (TFG) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1).(MI/Akmal)

CALON Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mengikuti simulasi dengan metode Tactical Floor Game (TFG) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1). Metode ini digunakan untuk memvisualisasikan pergerakan ribuan jemaah dan petugas di titik-titik krusial di Tanah Suci, termasuk saat puncak pelaksanaan ibadah haji.

Prosesi pemetaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para petugas haji terhadap alur prosesi dan tahapan pelaksanaan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pemateri TFG, Letnan Kolonel Infanteri Surnadi, menjelaskan bahwa metode ini merupakan taktik militer yang biasa diterapkan untuk membangun koordinasi serta memperjelas peran masing-masing pihak selama masa latihan maupun manuver lapangan.

Ia mengatakan TFG telah diterapkan sejak 2024 dalam proses pelayanan jemaah haji Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa tujuan utama dari materi ini adalah agar para petugas haji, ketika bertugas di Arab Saudi, dapat menempati daerah kerja (daker) atau pos masing-masing sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

"Manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petugas haji dalam melaksanakan tugas, baik di Daker Madinah, Daker Makkah, Daker Bandara, maupun saat pelaksanaan tugas di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Jamarat, termasuk pada puncak pelaksanaan haji jemaah Indonesia,” kata Surnadi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (23/1).

Surnadi menambahkan, salah satu aspek paling krusial dalam simulasi TFG adalah manajemen waktu pada fase Armuzna. Fase ini kerap disebut sebagai titik kritis karena melibatkan pergerakan massa yang sangat besar dalam waktu yang terbatas.

"Pengaturan waktu sangat krusial dalam setiap pergerakan, baik pergerakan petugas sendiri maupun dalam mengawal jemaah," ujarnya.

Penempatan petugas telah direncanakan dan dipetakan secara sistematis, termasuk pencantuman nama petugas di setiap pos, baik di Arafah, Muzdalifah, Mina, maupun di  Jamarat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan dan pengamanan jemaah haji Indonesia dapat berjalan secara aman, tertib, dan lancar. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya